Pelapor Football Leaks Rui Pinto Terancam Kehilangan Perlindungan Saksi Usai Manchester City Dinyatakan Bersalah
Minggu, 04 Okt 2026, 00:07 WIBLISBON â Rui Pinto, pelapor kasus Football Leaks yang membantu membuka dugaan pelanggaran finansial di sepak bola Eropa, terancam kehilangan status perlindungan saksi di Portugal hanya beberapa hari setelah Manchester City dinyatakan bersalah atas pelanggaran serius aturan finansial Premier League.
Tim hukum Pinto mengatakan, Sabtu (3/10), perlindungan terhadap klien mereka akan dihentikan dalam waktu dekat. Mereka khawatir keputusan tersebut membuat Pinto menghadapi risiko keamanan yang lebih besar, terutama karena sejumlah proses hukum yang berkaitan dengan dokumen Football Leaks masih berlangsung.
Pinto masuk program perlindungan saksi Portugal pada 2020 setelah menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan menyerahkan berbagai berkas yang diperolehnya melalui operasi Football Leaks.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui akun X milik Pinto, tim hukumnya mengatakan klien mereka akan kehilangan tempat tinggal yang selama ini disediakan secara rahasia oleh negara.
âDalam beberapa hari, tanpa terlebih dahulu diberi kesempatan untuk didengar sebagaimana diwajibkan hukum, dia akan kehilangan tempat tinggal yang dilindungi dan bersifat rahasia tersebut. Dia akan dipaksa segera mencari tempat tinggal baru, tanpa jaminan bahwa perlindungan polisi akan terus diberikan,â kata tim hukum Pinto.
Mereka menilai situasi Pinto kini berada pada kondisi kritis. Ancaman terhadap dirinya, menurut mereka, bukan sekadar kemungkinan. Pinto disebut telah mengalami serangan fisik di Lisbon pada April lalu.
âSituasinya sekarang kritis. Ancaman terhadap dirinya bukan sekadar teori; dia diserang di Lisbon pada April lalu,â lanjut pernyataan tersebut.
Perkembangan mengenai Pinto muncul hanya beberapa hari setelah komisi independen menyatakan Manchester City bersalah atas seluruh dakwaan terkait pelanggaran regulasi finansial Premier League selama sembilan musim, mulai 2009-10 hingga 2017-18.
City juga dinyatakan bersalah atas tiga dari empat dakwaan terkait kegagalan bekerja sama dalam proses investigasi.
Premier League menyatakan klub menggunakan kontrak komersial âpalsuâ untuk meningkatkan pendapatan dan mengecilkan biaya lebih dari 900 juta poundsterling atau sekitar Rp20,5 triliun selama hampir satu dekade. Praktik tersebut dinilai menghasilkan laporan keuangan yang tidak akurat sekaligus melanggar aturan pengeluaran kompetisi.
Manchester City membantah melakukan pelanggaran dan telah mengajukan banding atas putusan tersebut.
Kasus tersebut menjadi salah satu proses hukum finansial terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Informasi yang diperoleh melalui Football Leaks sebelumnya turut menjadi bagian dari meningkatnya perhatian terhadap praktik keuangan klub-klub elite Eropa.
Football Leaks mulai beroperasi pada 2015 dan menerbitkan jutaan dokumen rahasia dari industri sepak bola. Dokumen tersebut mencakup kontrak pemain, kesepakatan transfer, perjanjian komersial, serta berbagai transaksi yang melibatkan klub, pemain dan agen.
Dokumen Football Leaks juga menunjukkan bagaimana sejumlah tokoh paling kaya dan terkenal di sepak bola menggunakan struktur perusahaan di luar negeri untuk menghindari atau mengurangi kewajiban pajak.
Pinto kemudian menjadi sosok sentral dalam pengungkapan tersebut. Ia ditangkap di Hungaria pada 2019 sebelum diekstradisi ke Portugal. Setelah itu, ia bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan pada 2020 ditempatkan dalam program perlindungan saksi.
Kini, menurut tim hukumnya, program tersebut akan berakhir pada 10 Oktober.
Para pengacara Pinto menilai penghentian perlindungan pada saat sejumlah proses hukum yang berkaitan dengan Football Leaks masih berjalan dapat meningkatkan ancaman terhadap keselamatannya.
âJika secara tiba-tiba kehilangan tempat tinggal yang dilindungi dan terjerumus ke dalam kondisi ketidakpastian yang ekstrem, Rui Pinto akan berada dalam posisi yang lebih rentan dibandingkan kapan pun sejak 2020,â kata tim hukumnya.
Mereka juga menyoroti masih berlangsungnya proses hukum yang berasal dari pengungkapan Football Leaks, termasuk perkara yang berkaitan dengan Manchester City.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
10.600 Suporter Siap Penuhi Stadion Surajaya untuk Nonton Pertandingan Persela Vs Persis
-
Hujan 8 Gol di Etihad, Manchester City Kalahkan Sunderland 5-3
-
Erdogan Bersiap Kunjungi Suriah, Hubungan Ankara-Damaskus Makin Mesra
-
Ekspor Ikan RI Semester 1 2026 Tembus Rp 52,6 Triliun ke 152 Negara
-
KTT New Delhi: BRICS Sepakat Bentuk Bursa Gandum Bersama
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.