Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kunjungan Wisman Tembus 11 Juta, Sektor Pariwisata Panen Devisa

📅 Senin, 03 Nov 2025, 21:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kunjungan Wisman Tembus 11 Juta, Sektor Pariwisata Panen Devisa Doc: ANTARAHO-PT KA
Ket. Ilustrasi - Wisatawan mancanegara yang menggunakan layanan kereta api.

JAKARTA – Kunjungan wisatawan mancanegara sangat penting karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menghasilkan devisa, serta menciptakan lapangan kerja dan peluang investasi di berbagai sektor.

Selain manfaat ekonomi, wisatawan asing juga berkontribusi pada pelestarian budaya lokal dan meningkatkan kesadaran global akan kekayaan suatu negara.

Wisatawan asing dapat memperluas pasar bagi produk-produk ekonomi kreatif yang berbasis budaya. Sektor pariwisata dapat membantu meningkatkan ketahanan sosial masyarakat di tengah dinamika global.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia sejak Januari-September 2025 sebanyak 11,43 juta kunjungan, dengan rata-rata pengeluaran per kunjungan pada triwulan III sebesar 1.297 dolar AS atau Rp21,6 juta.

"Januari hingga September 2025 total kunjungan Wisman mencapai 11,43 juta kunjungan atau meningkat 10,22 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024," kata ‎Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini di Jakarta, Senin (3/11).

Persentase pengeluaran wisman terbanyak yakni untuk akomodasi 37,31 persen, makan dan minum 19,4 persen, belanja dan oleh-oleh 10,98 persen, serta hiburan 8,78 persen.

Ia menyampaikan, pengeluaran rata-rata wisman di Tanah Air pada triwulan III tersebut naik dari triwulan sebelumnya yang sebesar 1.199 dolar AS atau Rp20 juta per kunjungan,

Khusus pada September, dikatakan dia total kunjungan wisman sebanyak 1,39 juta kunjungan atau naik 9,04 persen secara tahunan. Wisman yang datang paling banyak berasal dari Malaysia yaitu 19,53 persen, diikuti Australia 11,72 persen, dan Singapura 8,55 persen. Selain itu, Bandara Ngurah Rai, Soekarno-Hatta, dan Batam masih menjadi pintu masuk utama bagi pelancong internasional.

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Indonesia pada September 2025 mencapai 50,16 persen. Beberapa provinsi seperti Bali, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur masih mencatatkan tingkat hunian tinggi, masing-masing di atas 53 persen.

Sementara itu, untuk wisatawan nasional (wisnas) atau warga Indonesia yang bepergian ke luar negeri mencapai 695,9 ribu perjalanan pada September 2025, naik 5,25 persen dibandingkan September 2024.

Negara tujuan favorit wisnas adalah Malaysia sebesar 28,92 persen, diikuti Arab Saudi 18,77 persen, dan Singapura 13,09 persen. Lonjakan kunjungan ke China juga meningkat signifikan menjadi 7,78 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Daerah
Gunung Semeru Erupsi dengan...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.