Eliud Kipchoge Umumkan Misi Lari 7 Maraton di 7 Benua
Senin, 03 Nov 2025, 06:55 WIBNEW YORK, AMERIKA SERIKAT - Legenda lari jarak jauh asal Kenya, Eliud Kipchoge, kembali menantang batas. Dua kali juara marathon Olimpiade itu mengumumkan rencananya untuk berlari di tujuh maraton di tujuh benua dalam dua tahun ke depan, sebuah proyek ambisius yang bertujuan menginspirasi dunia sekaligus menggalang dana bagi pendidikan dan lingkungan.
Rencana yang diberi nama âWorld Tourâ itu diumumkan sesaat setelah Kipchoge menuntaskan New York Marathon, Minggu (2/11), dia finis di posisi ke-17 dengan catatan waktu 2 jam 14 menit 36 detik. Meski tidak tampil sebagai juara, kehadirannya tetap disambut meriah oleh ribuan penonton di Central Park.
âPerjalanan dua tahun yang belum pernah dilakukan sebelumnya ini akan membawa Eliud berlari di maraton di semua tujuh benua, sambil tetap berkompetisi di level elite,â demikian pernyataan resmi dari tim manajemen Kipchoge. âProyek ini bertujuan menginspirasi dunia untuk menjadi dunia pelari, sekaligus menggalang dana bagi Eliud Kipchoge Foundation untuk mendukung pendidikan dan pelestarian lingkungan, dua hal yang sangat ia pedulikan.â
Sebelum berlomba di New York, Kipchoge sempat mengungkapkan keinginannya kepada Olympics.com untuk berlari di Antarktika, menjadikannya sebagai salah satu titik ekstrem dalam misinya kali ini. âSaya ingin melakukan sesuatu yang ekstrem, sesuatu yang bisa membuat orang lain bekerja keras untuk menggapai impian mereka,â ujarnya.
Kipchoge, yang akan berulang tahun ke-41 pada hari Selasa ini, menegaskan bahwa proyek globalnya bukan semata soal pencapaian pribadi, tetapi juga tentang kontribusi sosial. âSaya ingin terus mendorong diri saya berlari sebaik mungkin, tapi juga ingin memberi inspirasi, berbagi, dan mengingatkan semua orang bahwa tidak ada manusia yang memiliki batas,â kata peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 dan Tokyo 2020 itu.
Sepanjang kariernya, Kipchoge telah mencetak sejarah berulang kali. Ia menjadi manusia pertama yang menuntaskan maraton di bawah dua jam pada 2019 di Wina, meski catatan itu tidak diakui secara resmi oleh World Athletics karena dilakukan di luar kompetisi resmi.
Kini, dengan proyek 7 Maraton di 7 Benua, Kipchoge kembali menegaskan filosofi hidupnya: bahwa berlari bukan hanya tentang kecepatan dan rekor, melainkan tentang perjalanan spiritual untuk menginspirasi dunia.
- Marathon
- Eliud Kipchoge
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Chelsea Benamkan Ajax Amsterdam 5-1 di Stamford Bridge
-
BRIN Siap Kembangkan Produk Mi Sehat Bebas Gluten Berbasis Sorgum
-
The Fed Kasih Sinyal Potong Bunga! IHSG Langsung Meroket ke 8.640
-
Tempat Belanja Ikonik dengan Arsitektur Futuristik
-
Pamerkan BIB Saat Race Expo, Pramono Anung Salut BTN JAKIM 2025 Pecahkan Rekor Peserta
-
Thunder Redam Kebangkitan Knicks
-
Lari, Cara Terbaik Promosikan Pariwisata Suatu Daerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.