Pemerintah Siapkan Program Desa Tematik Perikanan, Desa-Desa Siap Jadi Motor Ekonomi Baru

Selasa, 04 Agu 2026, 17:55 WIB

MAKASSAR – Pengembangan desa menjadi strategi penting untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dengan memanfaatkan potensi lokal sebagai penggerak utama.

Melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, serta pengembangan sektor unggulan seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif, desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Ket. Foto: Ilustrasi-Tim Dinas Perikanan Kota Batam memeriksa kondisi kolam nila dengan sistem bioflok di Pulau Karas, Kepulauan Riau. — Sumber: ANTARA/ Amandine Nadja

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga mengurangi kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan perdesaan serta memperkuat ketahanan ekonomi daerah.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan kembali mempersiapkan program pengembangan desa melalui Desa Tematik Perikanan, pasca kehadiran Koperasi Desa untuk penguatan ekonomi desa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan usai membuka Seminar Koperasi Desa/Koperasi Merah Putih ( KDKMP) di Makassar, Selasa (4/8), menyebut setiap desa yang memiliki lahan akan dikembangkan budidaya ikan tematik.

“Sekarang juga akan dibangun desa-desa tematik perikanan. Kalau untuk karbohidrat kita sudah swasembada beras, sekarang kita akan masuk ke protein ikan," ujarnya.

Program Desa Tematik Perikanan menjadi program prioritas 2025-2029 yang menargetkan sebanyak 40.000 lokasi budidaya ikan darat tematik (mini RAS) di 37 provinsi. Pengelolaan desa budidaya perikanan ini akan dikelola dari akar rumput yakni pemerintah desa/kelurahan bersama masyarakat.

Pada realisasinya, akan dilakukan intervensi berupa pembangunan kolam produksi, pembangunan sistem resirkulasi, pembangunan gudang pakan dan peralatan serta pembangunan bak kontrol dan tandon.

Dari program ini, akan menghasilkan estimasi volume produksi ikan sebesar 1,2 juta ton per tahun dengan nilai produksi mencapai Rp2,88 triliun per tahun, serta menyediakan suplai ikan untuk 31,5 juta penerima manfaat MBG (Makan Bergizi Gratis).

Zulkifli meyakini bahwa program ini akan menyerap tenaga kerja lantaran diakui banyak lulusan SMA maupun perguruan tinggi yang kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Serapan tenaga kerja diasumsikan sebanyak 8000 orang (di luar dari tenaga kerja non permanen atau konstruksi).

“Kalau program ini berjalan, tentu akan membuka banyak lapangan pekerjaan. Intinya, kita ingin membangun pemberdayaan ekonomi desa sekaligus menyerap tenaga kerja sebanyak-banyaknya," urainya.

Program Desa Tematik Perikanan menjadi langkah lanjutan pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi desa berbasis potensi lokal setelah pembentukan Koperasi Desa.

Jika kedua program mampu terintegrasi, desa tidak hanya menjadi sentra produksi perikanan, tetapi juga pusat pengolahan, pemasaran, hingga distribusi yang memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

Keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada sinergi antarkementerian, dukungan infrastruktur, akses pembiayaan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar pengembangan ekonomi desa berlangsung berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

  • Desa Tematik Perikanan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.