The Fed Kasih Sinyal Potong Bunga! IHSG Langsung Meroket ke 8.640

Kamis, 04 Des 2025, 16:56 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat pada akhir perdagangan Kamis, didorong meningkatnya harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya setelah data tenaga kerja Amerika Serikat melemah. 

IHSG ditutup menguat 28,41 poin atau 0,33 persen ke posisi 8.640,20. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,56 poin atau 0,54 persen ke posisi 853,74.

Ket. Foto: Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (27/10). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (27/10) ditutup melemah 154,57 poin atau 1,87 persen ke level 8.117,15. — Sumber: ANTARA/Hafidz Mubarak A

“Bursa regional Asia cenderung bergerak beragam di tengah data pekerjaan baru Amerika Serikat (AS) yang lemah, memberikan harapan The Fed dapat memangkas suku bunga acuannya pekan depan,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari mancanegara, pasar tenaga kerja AS melemah dari sebelumnya 47.000 menjadi minus 32.000, sehingga memperkuat harapan bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya dalam pertemuan 9-10 Desember 2025 pada pekan depan.

Di sisi lain, pelaku pasar menantikan informasi terbaru dari Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan dan pertemuan Politbiro China pada Desember 2025, untuk panduan mengenai arah kebijakan dan target pertumbuhan untuk tahun depan.

Para ekonom memperkirakan China akan mempertahankan target pertumbuhan sekitar 5 persen year on year (yoy) untuk tahun 2026, dengan langkah-langkah stimulus fiskal kemungkinan akan mencerminkan tahun 2025 dalam skala dan komposisi.

Dari dalam negeri, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam laporan terbarunya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5 persen (yoy) tahun 2025 dan 2026, sedangkan tumbuh 5,1 persen (yoy) pada 2027.

OECD mengungkapkan bahwa perekonomian Indonesia berada dalam posisi stabil, didukung konsumsi domestik yang kuat serta kinerja ekspor yang tetap solid. Dan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini masih ditopang oleh daya beli masyarakat yang resilien.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor industri yang naik sebesar 4,55 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor barang konsumen non primer yang masing-masing naik sebesar 1,79 persen dan 1,33 persen.

Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 0,73 persen, diikuti oleh sektor keuangan dan sektor barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 0,43 persen dan 0,23 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu IPOL, NATO, TRUE, TRON dan BSBK. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni SOTS, MBTO, MPOW, CBTN dan PBSA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.790.429 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 51,31 miliar lembar saham senilai Rp21,18 triliun. Sebanyak 358 saham naik, 302 saham menurun, dan 140 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 1.186,82 poin atau 2,38 persen ke 51.051,50, indeks Shanghai menguat 2,21 atau 0,06 persen ke 3.875,79, indeks Hang Seng menguat 175,17 poin atau 0,68 persen ke posisi 25.935,90, dan indeks Straits Times melemah 16,70 poin atau 0,37 persen ke posisi 4,537829.

  • ihsg
  • bursa efek indonesia
  • bei
  • the fed
  • indeks harga saham gabungan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.