Ekspor Melambat, Surplus Neraca Dagang September 2025 Tak Sekuat Agustus

Senin, 03 Nov 2025, 15:45 WIB

JAKARTA – Laju surplus neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 tercatat melambat dibandingkan bulan sebelumnya. Kondisi ini mencerminkan peningkatan aktivitas impor yang lebih tinggi dibandingkan laju ekspor.

Kenaikan impor, khususnya pada barang konsumsi dan bahan baku, menunjukkan adanya peningkatan kebutuhan produksi domestik menjelang akhir tahun. Di sisi lain, ekspor mengalami perlambatan seiring penurunan harga komoditas utama dan permintaan global yang belum pulih sepenuhnya.

Ket. Foto: Aktivitas bongkar muat kontainer di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah. — Sumber: ANTARA FOTO/ Aditya Pradana Putra

Kombinasi kedua faktor tersebut menekan surplus perdagangan, meskipun Indonesia masih mempertahankan posisi surplus secara beruntun.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September 2025 surplus sebesar 4,34 miliar dolar AS atau sekitar Rp72 triliun atau lebih rendah dibandingkan capaian pada Agustus lalu yang surplus 5,49 miliar dolar AS.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (3/10), memerinci ekspor Indonesia pada September 2025 tercatat 24,68 miliar dolar AS atau sekitar Rp411 triliun atau sediti di bawah catatan pada bulan sebelumnya sebesar 24,96 miliar dolar AS.

Di sisi lain, impor Indonesia pada September 2025 tercatat sebesar 20,34 miliar dolar AS atau sekitar Rp339 triliun atau lebih tinggi dibandingkan capaian pada bulan sebelumnya sebesar 19,47 miliar dolar AS.

"Nilai ekspor September 2025 naik 11,41 persen dibanding September 2024, utamanya didorong oleh peningkatan nilai ekspor nonmigas," katanya Pudji.

Secara tahun kalender berjalan atau year to date (ytd), BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia pada September lalu surplus selama 65 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020, dengan nilai keuntungan kumulatif Januari-September 2025 sebesar 33,48 miliar dolar AS atau sekitar Rp558 triliun.

Pudji Ismartini menyatakan surplus yang diperoleh Indonesia hingga triwulan III tahun ini meningkat 11,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp188 triliun di periode yang sama pada tahun sebelumnya (year on year/YoY).

"Dengan capaian ini, maka neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus selama 65 bulan berturut-turut," kata dia.

Ia menjelaskan keuntungan kumulatif yang diperoleh Indonesia sejak awal tahun hingga September 2025 ini berasal dari total ekspor sebesar 209,8 miliar dolar AS atau Rp3,49 kuadriliun dan impor di periode yang sama sebanyak 176,32 miliar dolar AS atau Rp2,93 kuadriliun.

Untuk nilai ekspor tersebut meningkat 8,14 persen secara tahunan, dengan penyumbang utama oleh nilai ekspor industri pengolahan sebanyak 167,85 miliar dolar AS atau Rp2,8 kuadriliun.

Negara tujuan ekspor nonmigas produk Indonesia pada periode ini didominasi oleh China, Amerika Serikat, India, ASEAN, dan Uni Eropa.

"Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 12,58 persen," ucap dia.

Sementara untuk impor periode Januari-September 2025 naik 2,62 persen secara tahunan, dengan andil utama peningkatan oleh impor barang modal sebesar 3,36 persen.

Menurut penggunaannya, impor yang dilakukan oleh Indonesia pada periode tersebut digunakan untuk bahan baku atau penolong sebesar 124,4 miliar dolar AS atau Rp2 kuadriliun, barang modal 35,9 miliar dolar AS atau Rp598 triliun, dan barang konsumsi 16,02 miliar dolar AS atau Rp267 triliun.

Khusus untuk neraca dagang September 2025, BPS mencatat Indonesia mencatatkan keuntungan 4,34 miliar dolar AS atau Rp72 triliun, dengan komposisi ekspor 24,68 miliar dolar AS atau Rp411 triliun dan impor 20,34 miliar dolar AS atau Rp339 triliun.

  • Neraca Perdagangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.