Film Predator: Badlands Bakal Langgar Tradisi 38 Tahun, tapi Fans Tak Perlu Panik? Ini Alasannya
📅 Minggu, 02 Nov 2025, 19:00 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: 20th Century Studios
JAKARTA - Franchise Predator kembali menjadi perbincangan setelah laporan terbaru menyebutkan bahwa film terbarunya bakal melanggar dua tradisi besar yang sudah melekat selama 38 tahun. Keputusan ini dianggap berisiko, namun sejumlah analis industri justru menilai langkah tersebut bisa membawa angin segar bagi seri ikonik tersebut.
Proyek film baru ini akan menjadi lanjutan dari kesuksesan Prey yang rilis pada 2022 dan mendapat banyak pujian. Film itu berhasil menghidupkan kembali franchise Predator dengan pendekatan kreatif berbeda dari film-film sebelumnya.
Tradisi pertama yang dipatahkan adalah tidak adanya lagi fokus pada karakter tentara modern atau tim militer bersenjata lengkap. Selama ini, film Predator selalu menampilkan manusia dengan kemampuan bertarung tinggi dan persenjataan canggih sebagai lawan utama sang pemburu antargalaksi tersebut.
Prey membuktikan bahwa Predator bisa tetap menegangkan meski melawan karakter dari masa yang jauh lebih sederhana. Melalui kisah Naru yang hidup di era suku Comanche, film ini menunjukkan bahwa survival instincts menjadi kekuatan utama dalam menghadapi Predator.
Tradisi kedua yang akan ditinggalkan adalah garis waktu cerita yang umumnya mengikuti era kontemporer. Film baru masih akan melanjutkan pendekatan sejarah yang lebih luas seperti yang dilakukan Prey, mengeksplorasi kisah di masa lampau sebelum teknologi modern berkembang.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Waralaba Predator akhirnya menyadari bahwa mereka memiliki ruang cerita yang jauh lebih besar daripada sekadar aksi militer futuristik,” tulis laporan tersebut. “Mengeksplorasi sejarah justru membuat Predator semakin misterius dan menakutkan.”
Pendekatan ini dinilai sebagai langkah strategis karena mampu memperkaya lore Predator secara mendalam. Alien pemburu ini kini terlihat bukan hanya mencari medan perang modern, tetapi sudah berburu manusia sejak berabad-abad lalu.
Keberhasilan Prey telah menjadi bukti bahwa perubahan besar bisa membawa kehidupan baru dalam franchise. Film tersebut dinilai sebagai salah satu film Predator terbaik sejak film pertama yang legendaris pada 1987.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bahkan tanpa Arnold Schwarzenegger, tanpa senapan otomatis, dan tanpa teknologi canggih, Prey mampu memberikan ketegangan mendalam serta cerita yang kuat. Penggemar akhirnya melihat Predator dari perspektif berbeda yang jauh lebih horor dan survival.
Produser juga dikabarkan akan tetap mempertahankan kesan brutal dan atmosfer pemburuan yang menjadi ciri khas Predator. Namun, tema dan latar cerita diperkaya agar lebih bervariasi dan tak mudah ditebak oleh penggemar.
Selain itu, keputusan untuk melanggar tradisi digadang dapat membebaskan kreator dalam mengeksplorasi karakter utama dari berbagai tempat dan budaya. Setiap film bisa menampilkan tokoh dengan latar belakang serta kemampuan bertahan hidup yang unik.
“Franchise Predator seharusnya terus berevolusi daripada berpegang pada formula lama yang itu-itu saja,” sebut laporan tersebut lagi. “Eksperimen kreatif bisa menjadi kunci agar Predator tetap relevan di era film modern yang penuh persaingan.”
Sejauh ini, belum banyak informasi detail mengenai alur cerita film baru tersebut. Namun penggemar berharap kelanjutan kisah ini tetap mempertahankan kualitas kuat dari Prey, baik dalam penulisan naskah maupun koreografi pertarungan.
Sutradara Prey, Dan Trachtenberg, dilaporkan terlibat kembali dalam proyek ini. Namanya dianggap menjadi faktor penting karena visi dan gaya penyutradaraannya berhasil mengubah cara publik melihat Predator sebagai monster film aksi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!