Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Abrasi Pantai Terjang Kampung Bugis, Dua Sampan Nelayan Hanyut Dibawa Gelombang

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 19:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Abrasi Pantai Terjang Kampung Bugis, Dua Sampan Nelayan Hanyut Dibawa Gelombang Doc: Antara Foto
Ket. Kondisi rumah salah seorang warga di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat akibat abrasi pantai, Jumat (31/10-2025).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebut dua sampan nelayan di Kampung Bugis, Kelurahan Bintaro Ampenan hanyut terbawa gelombang akibat abrasi pantai yang terjadi pada Kamis (30/10) malam pukul 22.00 Wita.

"Laporan sampan hanyut berdasarkan hasil asesmen yang kami lakukan bersama tim termasuk BPBD NTB terhadap dampak abrasi pantai di Kelurahan Bintaro," kata Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki di Mataram, Jumat.

Dari asesmen tersebut, katanya, dua sampah nelayan dilaporkan hanyut dan luas area terdampak sekitar 200 meter sepanjang bibir pantai.

Sementara ketinggian gelombang saat abrasi pantai terjadi mencapai 5-6 meter dan mengakibatkan air memasuki ke permukiman warga.

"Sedangkan untuk laporan korban sejauh ini belum ada, begitu juga dengan warga yang mengungsi masih nihil," katanya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Sebagai upaya pencegahan dan antisipasi abrasi pantai susulan, kata Muzaki, pihaknya sudah memberikan 80 lembar karung geobag untuk pembuatan tanggul sementara.

Geobag tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat, untuk kemudian diisi dengan pasir sebagai tanggul sementara.

Pengisian geobag itu sudah dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram dengan menggunakan alat berat agar tanggul sementara bisa segera rampung dan dapat meminimalkan dampak banjir rob susulan.

"Untuk kesiapan geobag, kami saat ini masih punya stok sekitar 200 lembar dan untuk antisipasi peningkatan kebutuhan kami segera usulkan penambahan ke pemerintah pusat," katanya.

Selain itu, tambah Muzakir, tim BPBD Kota Mataram tetap menyiagakan dua regu tim reaksi cepat (TRC) guna memantau dan melaporkan segera jika terjadi kondisi perubahan cuaca.

"Kami berharap masyarakat terus waspada terhadap berbagai potensi bencana selama musim hujan." 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Sekolah membutuhkan perbaikan di Kerinci

21 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Sekolah membutuhkan perbaik...

Italia Mendidih, 3 Orang Tewas Tersengat Panas

23 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Italia Mendidih, 3 Orang Te...
Ekonomi
Proyeksi produksi jagung na...

Kebakaran Bromo Meluas hingga 80 Hektare, Drone Turun Tangan

27 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Bromo Meluas hing...
Megapolitan
Bendera Merah Putih sepanja...
Nasional
Persiapan jelang 9th GCMC I...

Pemasangan geomembran di TPST Bantargebang

46 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Pemasangan geomembran di TP...

Pasokan air irigasi Bendungan Leuwikeris

52 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pasokan air irigasi Bendung...

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

Terindikasi Main Judi Online, Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Ditahan Bantuannya

05 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.