Pernah Dengar Bahwa Alga Coklat Padina Bisa untuk Obat Alam?
📅 Kamis, 30 Okt 2025, 01:03 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
DEPOK – Banyaknya tanaman alga coklat padina di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, tak boleh dibiarkan musnah, sebab ternyata bisa dimanfaatkan untuk obat alam.Tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (FFUI) meningkatkan pengetahuan sekaligus memberdayakan masyarakat di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, dalam memanfaatkan tanaman alga coklat padina sebagai obat alam.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FFUI Prof. Anton Bahtiar dalam keterangannya, Rabu, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan FFUI terhadap pengembangan potensi sumber daya alam (SDA) yang ada di sekitar pesisir, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka perspektif masyarakat pesisir terhadap potensi besar sumber daya hayati di sekitar mereka. Alga coklat sebelumnya kerap dianggap tidak memiliki nilai ekonomi, tetapi dengan pendekatan ilmiah dan inovasi sederhana, padina minor dapat diolah menjadi minuman fungsional yang bermanfaat untuk kesehatan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
"Kami ingin agar masyarakat tidak hanya mendapat pengetahuan baru, tetapi juga akses kesehatan yang lebih baik,” jelas Prof Anton. Pengabdian masyarakat bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat Pulau Harapan, Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta dalam Pemanfaatan Alga Coklat Padina Minor Sekitar Kepulauan Seribu sebagai Bahan Baku Obat Alam” dilaksanakan pada Senin, 20 Oktober 2025, di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
Alga laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang melimpah di perairan Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tahun 2022, produksi alga laut nasional mencapai 9,1 juta ton pada tahun 2021. Di antara berbagai jenis alga yang ditemukan di Indonesia, alga coklat genus padina, termasuk padina minor, merupakan salah satu yang paling banyak dijumpai selain turbinaria dan sargassum.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak padina minor memiliki aktivitas farmakologis penting, seperti efek antioksidan dan gastroprotektif, yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku obat alam.
Potensi itu menjadikan padina minor sebagai sumber hayati bernilai tinggi yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan sekaligus peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Pulau Harapan dipilih sebagai lokasi kegiatan karena memiliki perairan dengan ekosistem laut yang masih produktif. Sebagian besar masyarakat di pulau tersebut berprofesi sebagai nelayan dan pelaku usaha kecil berbasis hasil laut. Kondisi tersebut menjadikan mereka strategis untuk diberdayakan dalam pengolahan sumber daya lokal, termasuk alga laut, yang melimpah di wilayah setempat.
Kegiatan itu diikuti oleh warga Pulau Harapan, khususnya kelompok nelayan, petani rumput laut, ibu rumah tangga, dan pelaku usaha kecil. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif mereka selama sesi pelatihan dan diskusi. Banyak di antara peserta yang mengajukan pertanyaan mengenai teknik pengolahan dan peluang pemasaran produk berbasis alga laut.
Selain memberikan pelatihan teknis, tim pengabdian masyarakat Fakultas Farmasi UI juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan ekosistem laut agar pemanfaatan padina minor dapat dilakukan tanpa merusak lingkungan. Setelah kegiatan penyuluhan, turut dilakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang meliputi pengecekan tekanan darah, hemoglobin, kolesterol, asam urat, dan gula darah, yang diselenggarakan di Kantor Kelurahan Pulau Harapan.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari aparat Kelurahan Pulau Harapan sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan acara, mulai dari penyediaan tempat, koordinasi peserta, hingga memastikan kelancaran kegiatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!