Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Mitigasi Bencana Geologi dengan Kolaborasi Pemprov Sulteng-PVMBG

📅 Kamis, 30 Okt 2025, 16:13 WIB | Oleh:
Perkuat Mitigasi Bencana Geologi dengan Kolaborasi Pemprov Sulteng-PVMBG Doc: ANTARA/HO-Humas Pemprov Sulteng
Ket. Pemprov Sulteng dan jajaran PVMBG melakukan rapat mitigasi bencana geologi dan sinergi bersama dalam upaya memperkuat mitigasi bencana berbasis sains dan teknologi.

Palu -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI berkolaborasi memperkuat mitigasi bencana geologi di wilayah ini.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Reny A. Lamadjido dalam keterangannya di Palu, Kamis, menekankan pentingnya sistem peringatan dini (early warning system/EWS) sebagai langkah strategis dalam mengurangi risiko bencana geologi.

“EWS sangat penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan mempercepat respons terhadap potensi bencana,” katanya.

Pemprov Sulteng dan jajaran PVMBG telah melakukan rapat mitigasi bencana geologi dan sinergi bersama dalam upaya memperkuat mitigasi bencana berbasis sains dan teknologi.

Untuk itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran PVMBG yang telah melakukan penambahan fasilitas pemantauan aktivitas Gunung Colo di Kabupaten Tojo Una-Una, yang termasuk salah satu gunung api aktif di Indonesia.

Menurut dia, langkah tersebut sebagai bagian dari upaya nyata memperkuat sistem mitigasi bencana geologi di wilayah Sulawesi Tengah sebagai daerah rawan terhadap bencana geologi, seperti gempa bumi, tsunami, dan aktivitas vulkanik.

Sementara itu, Kepala PVMBG Prihatin Hadi Wijaya menjelaskan bahwa matra kebencanaan geologi di Indonesia kini bertambah dari empat menjadi sembilan jenis sebagai hasil evaluasi dan perkembangan riset kebencanaan nasional.

“Empat matra sebelumnya mencakup gunung api, gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah. Kini ditambah lima matra baru, yaitu amblesan tanah, semburan gas, semburan lumpur, likuefaksi, dan abrasi pantai,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengharapkan kolaborasi dapat terus terjalin melalui perjanjian kerja sama antara PVMB, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta perguruan tinggi untuk memperkuat sinergi mitigasi bencana berbasis sains dan teknologi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.