Juventus Bangkit Usai Pemecatan Tudor, Roma dan Inter Terus Kejar Napoli di Puncak Klasemen

Kamis, 30 Okt 2025, 05:53 WIB

MILAN, ITALIA – Juventus akhirnya memutus rentetan delapan laga tanpa kemenangan setelah menaklukkan Udinese 3-1 di Stadion Allianz, Kamis (30/10) dini hari WIB. Kemenangan ini datang di tengah kekacauan internal setelah pemecatan pelatih Igor Tudor, dengan Luciano Spalletti disebut-sebut siap menggantikan posisinya.

Federico Gatti membuka keunggulan lewat sundulan keras pada menit ke-67, disusul gol penalti Kenan Yildiz di pengujung laga. Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Juventus di semua ajang sejak pertengahan September, sekaligus mengangkat posisi mereka ke peringkat tujuh klasemen sementara Serie A dengan 15 poin, tertinggal enam angka dari duet pemuncak, Napoli dan Roma.

Ket. Foto: Para pemain Juventus melakukan selebrasi usai mencetak gol dalam laga Serie A Italia kontra Udinese, Kamis (30/10) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Meski menang, penampilan Juve masih jauh dari meyakinkan. Untuk sementara, tim dilatih oleh Massimo Brambilla, arsitek tim U-23 Juventus (Next Gen), yang naik ke tim utama sampai pelatih baru diumumkan secara resmi.

“Baru dua hari saya bersama tim utama. Senin pagi saya masih melatih tim U-23, sore harinya sudah di sini,” ujar Brambilla kepada DAZN. “Mereka pemain-pemain bagus, tahu apa yang harus dilakukan, dan hari ini mereka pantas menang.”

Dalam laga yang diguyur hujan deras itu, Juventus sempat disamakan 1-1 setelah Nicolo Zaniolo mencetak gol penyeimbang untuk Udinese di penghujung babak pertama, membalas penalti awal Dusan Vlahovic.

Sementara itu, Spalletti disebut akan dikontrak hingga akhir musim dengan opsi perpanjangan jika Juventus berhasil finis di zona Liga Champions. Namun legenda klub Giorgio Chiellini, yang kini menjabat direktur strategi, menegaskan belum ada kesepakatan resmi. “Tidak ada yang ditandatangani saat ini,” kata Chiellini kepada DAZN sebelum laga.

Spalletti, 66 tahun, memang mengalami periode sulit saat melatih tim nasional Italia. Namun rekam jejaknya di Serie A tak diragukan, termasuk saat membawa Napoli meraih gelar juara bersejarah pada 2023.

Di ibu kota, AS Roma menjaga tekanan terhadap Napoli setelah menaklukkan Parma 2-1. Mario Hermoso membuka keunggulan lewat sundulan pada menit ke-61 sebelum Artem Dovbyk mencetak gol kedua sembilan menit jelang laga usai. Parma sempat memperkecil skor melalui Alessandro Circati, tapi gagal menyamakan kedudukan.

“Ini kemenangan yang sangat pantas. Begitu kami menemukan ritme, kami mengendalikan permainan, bertahan dengan baik, dan menciptakan banyak peluang,” ujar pelatih Roma, Gian Piero Gasperini.

Roma kini memiliki pertahanan terbaik di liga, baru empat kali kebobolan dari sembilan laga, dan akan menghadapi AC Milan di San Siro akhir pekan ini dalam duel penentuan posisi papan atas.

Inter Milan juga menjaga jarak di tiga besar usai membungkam Fiorentina 3-0 di San Siro. Dua gol Hakan Calhanoglu dan satu dari Petar Sucic memastikan Nerazzurri bangkit setelah kekalahan dari Napoli pada laga sebelumnya.

Calhanoglu memecah kebuntuan lewat tendangan rendah keras pada menit ke-66, sebelum Sucic — rekrutan baru dari Dinamo Zagreb, menggandakan keunggulan lima menit berselang dengan aksi solo menawan. Gelandang muda asal Kroasia itu menerima umpan Lautaro Martínez, melewati dua bek, dan menutupnya dengan penyelesaian dingin.

Calhanoglu menutup pesta gol lewat penalti di menit-menit akhir setelah pelanggaran terhadap Ange-Yoan Bonny. Kekalahan ini membuat Fiorentina terpuruk di zona degradasi tanpa satu pun kemenangan sejauh musim ini.

Sementara itu, Federico Bonazzoli mencetak dua gol saat Cremonese mengalahkan juru kunci Genoa 2-0. Kemenangan itu membawa mereka naik ke peringkat delapan, hanya terpaut satu poin dari Juventus yang akan menjadi lawan mereka akhir pekan ini.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.