Serie A Italia: Inter Selangkah Lagi Raih Scudetto Usai Bangkit Dramatis di Kandang Como

Senin, 13 Apr 2026, 08:37 WIB

MILAN, ITALIA — Inter Milan semakin mendekat menuju juara Serie A setelah mencatat kemenangan dramatis 4-3 atas Como, Senin (13/4) dini hari WIB.

Sempat tertinggal dua gol, Nerazzurri bangkit luar biasa untuk memperlebar jarak menjadi sembilan poin dari Napoli, yang hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Parma.

Ket. Foto: Pemain Inter Milan dan Como berebut bola dalam laga Serie A Italia, Senin (13/4) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Bermain di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Inter dibuat terkejut oleh tuan rumah. Gol dari Alex Valle dan talenta muda Nico Paz membawa Como unggul dua gol menjelang turun minum, sekaligus membuka harapan Napoli untuk tetap bersaing dalam perebutan gelar.

Namun, momentum berubah di masa tambahan waktu babak pertama. Marcus Thuram memperkecil ketertinggalan lewat sontekan cerdas memanfaatkan umpan Nicolo Barella. Striker asal Prancis itu kembali menjadi mimpi buruk Como usai jeda, memanfaatkan miskomunikasi antara kiper Jean Butez dan bek Marc-Oliver Kempf untuk mencetak gol penyeimbang.

Inter kemudian berbalik unggul pada menit ke-58 melalui sundulan tajam Denzel Dumfries, menyambut eksekusi tendangan bebas presisi dari Hakan Calhanoglu. Empat belas menit berselang, Dumfries kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola pantul hasil knock-down Manuel Akanji, memastikan comeback sempurna tim tamu.

Dengan enam laga tersisa, Inter kini berada dalam posisi yang nyaris tak terkejar di puncak klasemen. Sebaliknya, kekalahan pertama Como dalam dua bulan terakhir membuat mereka terlempar dari zona Liga Champions.

Saat ditanya soal peluang juara, Barella memilih meredam euforia. “Mari kita tunggu sedikit lagi,” ujarnya singkat. Sementara Dumfries menegaskan pentingnya fokus hingga akhir musim. “Ini kemenangan besar, tapi setiap pertandingan sangat berarti dan kami harus tetap fokus,” katanya.

Como sendiri nyaris memaksakan hasil imbang. Lucas Da Cunha mencetak gol dari titik penalti di menit akhir, menyusul pelanggaran lunak Ange-Yoan Bonny terhadap Paz. Bahkan, peluang emas hadir di detik-detik terakhir, namun sepakan jarak dekat Alberto Moreno hanya membentur mistar gawang.

Pelatih Como, Cesc Fabregas, tetap memuji perjuangan timnya. “Hari ini tim saya menunjukkan kemampuan, bermain dengan hasrat dan keberanian. Kami memang melakukan kesalahan, tapi ini tim muda. Dan tim besar akan menghukum kesalahan itu,” ujarnya.

Di laga lain, Juventus mengambil alih posisi empat besar dari Como. Sementara Napoli kian tertinggal dalam perburuan gelar setelah ditahan Parma.

Gol Scott McTominay pada menit ke-60 hanya cukup menyelamatkan satu poin bagi Napoli. Tim asuhan Antonio Conte bahkan sudah tertinggal cepat saat laga baru berjalan 36 detik melalui gol indah Gabriel Strefezza.

Napoli kesulitan membongkar pertahanan rapat Parma yang memilih bermain bertahan dan mengandalkan serangan balik. Hasil ini membuat peluang mereka mempertahankan gelar semakin menipis.

“Jika Anda kebobolan setelah 30 detik, pertandingan akan berjalan sangat berbeda, apalagi melawan tim yang bertahan dalam,” ujar Conte. “Mereka bertahan total dan mencoba menyerang balik. Saya tidak bisa mengkritik semangat dan komitmen tim.”

Sementara itu, Parma kini mengoleksi poin yang sama dengan Genoa, yang sebelumnya meraih kemenangan 2-1 atas Sassuolo dalam laga yang diwarnai kartu merah untuk kedua tim.

Gol penentu kemenangan Genoa dicetak Caleb Ekuban enam menit jelang bubaran, membawa mereka menjauh sembilan poin dari zona degradasi dan semakin aman di papan tengah klasemen.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.