Salah Fokus, Laut Sebagai Lumbung dan Cadangan Pangan Terabaikan

Senin, 22 Jun 2026, 01:10 WIB

JAKARTA - Besarnya potensi sumber daya maritim Indonesia menghadirkan peluang strategis sekaligus tantangan yang harus dijawab melalui sinergi dan kolaborasi.

Rektor Universitas Hasanuddin, Makassar Jamaluddin Jompa menekankan pentingnya kesamaan visi misi antara pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Ket. Foto: I Nengah Muliarta Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa Denpasar - Kerusakan pantai, hilangnya hutan bakau, dan perubahan cuaca yang tidak menentu adalah ancaman nyata. Jika kita merusak laut, maka potensi besar yang kita banggakan justru akan hilang. — Sumber: antara

Jamaluddin dalam keterangan tertulisnya di Makassar, Sabtu (20/6) mengatakan pengembangan ilmu kelautan dan perikanan merupakan tanggung jawab bersama. Penguatan sektor kelautan dan perikanan tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan terpisah, Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar, I Nengah Muliarta, mengatakan pentingnya menyatukan visi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat dalam membangun ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan.

Muliarta menilai sinergi lintas pihak menjadi kunci menjawab tantangan kelautan dan perikanan nasional yang selama ini berjalan sendiri-sendiri.

“Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan Prof. Jamaluddin Jompa. Gagasan menyatukan visi antara pemerintah, pelaku usaha, kampus, dan warga dalam mengelola kekayaan laut adalah langkah yang sangat tepat,” kata Muliarta.

Bersandar pada Satu Komoditas

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah minimnya kolaborasi. Hasil penelitian kampus sering kali tidak sampai ke lapangan, pengusaha berjalan sendiri tanpa memikirkan lingkungan, sementara nelayan tradisional masih kesulitan.

“Laut sejatinya adalah lumbung dan cadangan pangan raksasa yang kita miliki. Sayangnya selama ini kita masih salah fokus karena urusan perut bangsa ini seolah-olah hanya bersandar pada satu komoditas saja, yaitu beras,” katanya.

Muliarta menekankan, ketergantungan berlebihan pada beras membuat Indonesia lupa bahwa laut menyimpan sumber protein dan gizi besar untuk melengkapi konsumsi masyarakat. Ia mengingatkan, eksploitasi laut tanpa kendali justru mengancam keberlanjutan pangan di masa depan.

“Kerusakan pantai, hilangnya hutan bakau, dan perubahan cuaca yang tidak menentu adalah ancaman nyata. Jika kita merusak laut, maka potensi besar yang kita banggakan justru akan hilang,” tegasnya.

Ia mendorong pembentukan wadah kerja sama yang nyata untuk menggeser fokus pangan ke arah maritim. Kampus perlu menciptakan teknologi sederhana yang bisa langsung dipakai nelayan, pemerintah membuat aturan tegas melindungi nelayan kecil dan memberi insentif bagi usaha yang menjaga kelestarian laut.

“Selain itu, kita harus mengajari masyarakat mengolah hasil laut dengan lebih baik agar tidak ada ikan yang terbuang sia-sia, sekaligus mengedukasi warga agar tidak lagi bergantung hanya pada beras,” kata Muliarta.

Dengan kerja sama erat, diversifikasi pangan berbasis laut, dan aturan yang jelas bisa terwujud, sehingga laut tetap lestari dan seluruh rakyat Indonesia bisa makan dengan cukup, beragam, dan sehat,” pungkasnya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

Polisi Buru Pemodal Sindikat Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Gempa M4,8 Guncang Perairan 84 Km Timur Laut Ruteng Manggarai NTT.

Rumah Adat di Kawasan Wisata Sade Lombok Terbakar.

Karhutla Jambi Meningkat, Wakapolda Cek Titik Panas dan Evaluasi Penanganan.

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi.

Menteri PPPA Dorong UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Pemerintah Tegaskan akan Terus Perkuat Pemberantasan Narkoba Transnasional

Netflix Umumkan Penayangan Dokumenter F1 Michael Schumacher Terbaru

Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, Puluhan Ribu Hektare Sawah Diselamatkan

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Percetakan Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Pemerintah Siapkan Sebanyak 3.784 Unit Hunian Vertikal di Kawasan Manggarai

Pengendara Diminta Waspada karena Jasamarga Sedang Lakukan Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek

Bogor Siapkan Embarkasi Haji 7 Lantai Rp142 Miliar, Konsepnya Mirip Zamzam Tower!

BPBD Kalsel Sebut Delapan Kabupaten/Kota Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober

Harga Tiket AS Terbuka 2026 Tetap Tinggi, Sinner Absen Jadi Sorotan

Russell Menang Sprint GP Belanda, Antonelli Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen Formula 1

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.