BMKG: Hingga Akhir Bulan, Cuaca Buruk Landa Banten
📅 Rabu, 29 Okt 2025, 01:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Mansur
LEBAK – Hingga akhir bulan Oktober ini, warga Banten mesti mengantisipasi cuaca sangat buruk alias ekstrem. Warga diminta waspada untuk cuaca ekstrem setidaknya pada tanggal 29-31 Oktober. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) minta masyarakat Banten agar mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
“Potensi cuaca ekstrem itu karena adanya peningkatan hujan dalam beberapa hari ke depan. Kondisi ini dipengaruhi dinamika atmosfer pada skala global, regional, dan lokal yang turut berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan,” kata Kepala Balai BMKG Wilayah II Hartanto dalam keterangan di Lebak, Selasa.
Cuaca ekstrem tersebut secara global akibat fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang terpantau aktif di Maritime Continent 25 Oktober. Gelombang Rossby dan low frequency juga terdeteksi aktif yang mendukung pertumbuhan awan hujan di wilayah Pulau Jawa. Pada skala regional, terpantau adanya fenomena Dipole Mode Index (DMI) negative. Ini berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif di wilayah Indonesia bagian barat.
Faktor tersebut diperkuat anomali Suhu Muka Laut (SST) yang hangat, berkontribusi meningkatkan massa uap air ke atmosfer. Selain itu, teridentifikasi adanya daerah pertemuan angin (konfluensi) di perairan barat Banten. Hal ini akan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah tersebut. Secara lokal, lanjutnya, proses konveksi turut berkontribusi pada pembentukan awan-awan konvektif yang dapat menyebabkan hujan, terutama pada sore hingga menjelang malam hari.
Berdasarkan kondisi atmosfer tersebut, sebagian besar wilayah Provinsi Banten diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat. Wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat hingga sangat lebat meliputi Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang bagian utara dan selatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, Kabupaten Serang bagian barat dan selatan, Kabupaten Tangerang bagian selatan, serta Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, genangan, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan topografi curam dan sistem drainase yang belum optimal.
Masyarakat dapat memantau informasi cuaca terbaru dan peringatan dini cuaca melalui kanal resmi BMKG, Media Sosial @infobmkg dan @bmkgwilayah2, serta Aplikasi infoBMKG. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama minta masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Hal ini ditandai hujan lebat disertai petir atau kilat dan angin kencang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!