Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menteri ESDM Bahlil Beri Relaksasi Ekspor Konsentrat Amman Hingga 6 Bulan

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 14:57 WIB | Oleh:
Menteri ESDM Bahlil Beri Relaksasi Ekspor Konsentrat Amman Hingga 6 Bulan Doc: ANTARA
Ket. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi paparan di Jakarta, Selasa (28/10/2025).

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan relaksasi ekspor konsentrat tembaga PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) hingga 6 bulan, sembari menunggu selesainya perbaikan smelter yang terbakar.

“(Relaksasinya) sekitar enam bulan, ya, sampai dengan pabriknya selesai itu,” ucap Bahlil ketika ditemui di Jakarta, Selasa (28/10).

Bahlil tidak secara spesifik mengatur soal berapa volume konsentrat tembaga yang bisa diekspor oleh Amman, yang diatur oleh dirinya adalah durasi pemberian relaksasi.

Lebih lanjut, Bahlil pun menyampaikan bahwa Amman sudah mengajukan relaksasi izin ekspor, dan ia sudah mengeluarkan rekomendasinya.

“Sudah keluar, kalau tidak salah sudah keluar, ya,” ucap Bahlil.

PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), anak usaha dari AMMN sebelumnya memperoleh izin ekspor konsentrat tembaga sejumlah 587.330 wet metric ton (wmt) atau setara 534.000 dry metric ton (dmt) berlaku hingga 31 Desember 2024.

Izin ekspor tersebut diperoleh melalui Kementerian Perdagangan berdasarkan rekomendasi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) yang dikeluarkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Izin ekspor konsentrat tembaga telah berakhir sejak 31 Desember 2024, selaras dengan pemerintah yang menggalakkan hilirisasi komoditas mineral, termasuk tembaga. Dengan berakhirnya izin ekspor konsentrat, perusahaan tambang diharapkan mengolah konsentrat tersebut di dalam negeri.

Sebaiknya Anda baca juga:

Akan tetapi, dikutip dari Keterbukaan Informasi, Direktur Utama PT Amman Mineral Internasional Tbk Arief Widyawan Sidarto menyampaikan kegiatan operasional fasilitas smelter AMNT terpaksa dihentikan sementara sejak akhir Juli 2025 karena keadaan kahar, berupa kerusakan pada unit Flash Converting Furnace (FCF) dan Sulfuric Acid Plant.

“Kami terus mengoperasikan fasilitas smelter secara hati-hati dengan secara bertahap meningkatkan kapasitas pengolahan mendekati parameter desain,” kata Arief.

Sampai dengan Senin (27/10), Arief menyampaikan izin ekspor konsentrat belum diterbitkan oleh Kementerian Perdagangan.

Ia berharap pihak-pihak terkait segera menyelesaikan proses tersebut guna mendukung kelancaran operasional dan kontribusi fiskal perusahaan kepada negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
For Revenge Isi OST “Spid...
Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

Prabowo Resmi Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.