Kepala Lapas Wahai: Panen Raya Wujud Nyata Keberhasilan Pembinaan Narapidana
📅 Selasa, 28 Okt 2025, 11:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai, Maluku, memanen jagung sebanyak 1,2 ton sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah sekaligus implementasi program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mendukung Asta Cita Presiden RI.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya dalam keterangan tertulis yang diterima di Ambon, Senin mengatakan panen raya tersebut bukan sekadar hasil dari kegiatan pertanian, melainkan wujud nyata keberhasilan proses pembinaan dan pemberdayaan warga binaan pemasyarakatan (WBP).
“Hari ini kita memanen sebanyak 4.284 jagung dan menjadi bukti nyata keberhasilan sebuah proses pembinaan, panen semangat kemandirian, dan panen kontribusi positif dari balik tembok Lapas,” ujarnya.
Menurutnya, WBP berhasil mengubah lahan tidur menjadi area produktif yang menghasilkan jagung melimpah. Hal itu mencerminkan filosofi bahwa setiap orang memiliki potensi untuk berubah dan berkarya positif bagi masyarakat.
Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan panen mengajarkan tiga nilai penting, yaitu proses, tanggung jawab, dan kontribusi. Proses menggambarkan pentingnya kesabaran dan kerja keras, tanggung jawab mencerminkan pembelajaran untuk bekerja dalam tim dan menghargai hasil usaha, sementara kontribusi menegaskan bahwa hasil panen memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain mendukung kebijakan pemerintah, panen jagung varietas manis paragon ini juga menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian di Lapas Wahai, yang bertujuan memberikan keterampilan praktis bagi WBP sebagai bekal reintegrasi sosial setelah bebas.
“Ilmu dan keterampilan bertani ini adalah sertifikat keterampilan hidup yang kelak dapat diterapkan setelah bebas sebagai modal memulai hidup baru yang lebih baik,” katanya.
Kepala Kanwil Ditjenpas Maluku melalui Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan, Fifi Firda, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Lapas Wahai yang dinilai konsisten menjalankan pembinaan humanis dan berintegritas.
“Terima kasih atas sinergi yang luar biasa sehingga panen raya ini terlaksana. Teruslah hadir sebagai fasilitator perubahan, pendidik, dan panutan bagi warga binaan,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bagi Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan lainnya untuk terus mengembangkan program pembinaan kemandirian.
“Mari kita buktikan bahwa Pemasyarakatan pasti bermanfaat bagi masyarakat, karena Lapas adalah tempat di mana benih harapan ditanam dan menghasilkan buah kebermanfaatan bagi bangsa,” katanya.
Sementara itu, Pejabat Negeri (Desa) Wahai Faisal Sabban mengapresiasi langkah Lapas Wahai yang dinilai memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia berkomitmen untuk melibatkan pemuda desa dalam kegiatan pertanian produktif dengan memanfaatkan lahan tidur.
“Ke depan kami akan mengajak para pemuda desa menciptakan lapangan pekerjaan lewat pertanian seperti yang dilakukan Warga Binaan Lapas Wahai. Ini langkah nyata mendukung ketahanan pangan di Desa Wahai,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!