Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenko IPK Akui Ketergantungan RI terhadap Bahan Bakar Fosil Masih Tinggi

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenko IPK Akui Ketergantungan RI terhadap Bahan Bakar Fosil Masih Tinggi Doc: Antara
Ket. Pembukaan International Interdisciplinary Conference on Green Development in Tropical Regions 2025 di Universitas Andalas, Senin (27/10).

Kota Padang - Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko IPK) RI Muhammad Rachmat Kaimuddin mengatakan perekonomian Indonesia saat ini masih bergantung pada bahan bakar fosil.

"Faktanya, perekonomian kita masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Ketika kita membakar fosil, kita menghasilkan gas rumah kaca yang memperparah krisis iklim," katanya pada kegiatan International Interdisciplinary Conference on Green Development in Tropical Regions 2025 di Padang, Senin (29/10).

International Interdisciplinary Conference on Green Development in Tropical Regions 2025 mengusung tema 'Global and Regional Challenges of Green Development in Tropical Regions to Achieve SDGs' yang relevan dengan komitmen pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Ia menegaskan pembakaran terhadap fosil tersebut menjadi salah satu bukti bahwa krisis iklim memiliki hubungan timbal balik dengan aktivitas manusia.

Secara umum, kata dia, terdapat empat material utama yang berkontribusi besar terhadap emisi karbon yakni semen, baja, plastik dan amonia.

Sementara untuk menuju transisi pembangunan yang lebih hijau dan berkelanjutan, menurut dia, kunci utama yang dibutuhkan ialah penerapan teknologi baru dan mencari solusi yang inovatif.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Nasional SDGs Indonesia Pungkas Bahjuri Ali mengatakan transisi menuju ekonomi hijau bukanlah perkara yang mudah. Sebab, Indonesia memerlukan energi untuk memperkuat sektor industri yang tengah menurun.

"Karena itu, dibutuhkan riset yang kuat agar kebutuhan energi dapat diimbangi dengan penyediaan energi ramah lingkungan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.