ASEAN-Tiongkok Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas Versi 3.0
📅 Selasa, 28 Okt 2025, 12:34 WIB | Oleh: Tim Penulis“Unilateralisme dan proteksionisme telah berdampak serius pada tatanan ekonomi dan perdagangan global, sementara kekuatan eksternal meningkatkan campur tangan mereka di kawasan ini — banyak negara telah dikenakan tarif tinggi yang tidak wajar,” ujarnya.
“Dengan saling mengandalkan dan mengoordinasikan tindakan kita, kita dapat melindungi hak dan kepentingan sah kita.”
Analis politik Asia Tenggara Bridget Welsh mengatakan pakta yang ditingkatkan akan menguntungkan kedua belah pihak, terutama di bidang rantai pasokan dan keberlanjutan.
“Hal ini juga mencerminkan realitas global bahwa negara-negara non-AS bersatu untuk memperkuat hubungan perdagangan demi kemakmuran mereka karena pemulihan hubungan dengan AS masih berlangsung,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
ASEAN, Tiongkok, dan AS
Prospek konflik perdagangan yang semakin dalam antara Tiongkok dan AS telah berisiko melemahkan pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia.
Trump pada pertemuan puncak ASEAN hari Minggu mengumumkan rincian ekonomi baru dengan Kamboja, Malaysia, Thailand dan Vietnam, meskipun semua negara masih dikenakan tarif baru yang diberlakukannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Anwar menekankan pada pertemuan ASEAN dengan Tiongkok bahwa blok tersebut mengupayakan hubungan persahabatan dengan semua negara.
"Sehari sebelumnya kami bersama Presiden Donald Trump dari Amerika Serikat, dan hari ini kami kembali bersama Tiongkok," ujarnya. "Dan itu mencerminkan sentralitas ASEAN ... Inilah yang kami anggap sebagai keterlibatan yang stabil, yang menumbuhkan kepercayaan, yang memungkinkan kita mengatasi tantangan bersama."
Ada tanda-tanda bahwa ketegangan antara AS dan Tiongkok mereda menjelang pertemuan Trump dan Xi Jinping , yang diperkirakan akan berlangsung di Korea Selatan pada hari Kamis. Para negosiator utama dari masing-masing negara mengatakan kesepakatan perdagangan sedang dicapai, yang dapat mencegah konfrontasi dan berpotensi merugikan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Para pejabat mengatakan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-Tiongkok 3.0 diharapkan dapat memperluas integrasi di seluruh kawasan dengan mencakup bidang-bidang baru seperti perdagangan digital, ekonomi hijau, keberlanjutan, dan dukungan bagi usaha kecil dan menengah (UKM), yang merupakan mayoritas bisnis di ASEAN.
Perjanjian ini dirancang untuk meningkatkan aksesibilitas manfaat perdagangan, meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha kecil, menyederhanakan prosedur non-tarif, dan menurunkan hambatan regulasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!