Khofifah Dorong Inklusi Keuangan: Perluasan Akses Jadi Kunci Terwujudnya Kesejahteraan Berkelanjutan
📅 Senin, 27 Okt 2025, 16:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Pemprov Jatim
SURABAYA – Perluasan inklusi keuangan sangat penting karena memberikan akses ke layanan keuangan formal kepada masyarakat yang sebelumnya tidak terjangkau, sehingga berkontribusi pada pengurangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi yang inklusif, dan peningkatan kesejahteraan sosial secara keseluruhan.
Ketika lebih banyak individu dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat mengakses layanan keuangan seperti kredit, tabungan, dan asuransi, mereka dapat berinvestasi, meningkatkan produksi, dan menciptakan lapangan kerja.
Inklusi keuangan mendorong kebiasaan menabung. Individu dan UMKM yang memiliki akses ke layanan tabungan dapat mengumpulkan modal untuk investasi di masa depan, yang pada akhirnya meningkatkan stabilitas finansial dan pertumbuhan ekonomi.
Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa menyatakan perluasan inklusi keuangan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata dan berkelanjutan melalui akses keuangan yang mudah dan aman.
“Perluasan inklusi keuangan merupakan kunci bagi terwujudnya kesejahteraan yang merata dan berkelanjutan,” katanya di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (26/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Khofifah menuturkan melalui pemerataan akses keuangan maka masyarakat di perkotaan maupun pedesaan dapat memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan usaha.
Bahkan, lanjutnya, masyarakat di berbagai daerah akan mampu memperluas lapangan kerja yang pada akhirnya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga.
“Pembangunan ekonomi yang kokoh harus diiringi perluasan akses keuangan yang inklusif dan berkeadilan. Pertumbuhan yang tinggi baru bermakna jika manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Data nasional tahun 2025 menunjukkan tingkat literasi keuangan telah mencapai 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan mencapai 80,51 persen.
Menurutnya, capaian ini menggambarkan peningkatan signifikan partisipasi masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan formal secara aktif dan bertanggung jawab.
Meski capaian inklusi keuangan di Jawa Timur relatif tinggi, Khofifah menilai literasi keuangan tetap perlu ditingkatkan melalui beragam kegiatan edukasi dan sosialisasi ,termasuk dengan diselenggarakannya Financial Expo (FinExpo) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Surabaya.
Ia menekankan pentingnya proses edukasi dan diseminasi informasi yang lebih luas agar masyarakat memahami manfaat, risiko, serta tata cara penggunaan layanan keuangan secara bijak.
“Puncak keuangan inklusi mudah-mudahan akan menjadi bagian dari penguat dan penangguh dari seluruh kekuatan yang ada di wilayah Jawa Timur dan tentu ke banyak institusi di negeri ini,” jelasnya.
Pemprov Jatim, kata dia, terus berkolaborasi dengan OJK serta pelaku jasa keuangan untuk mempercepat transformasi digital layanan keuangan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!