Kaltim Akan Ubah Sampah Jadi Sumber Energi Terbarukan
Senin, 27 Okt 2025, 04:30 WIBSAMARINDA - Â Daripada menjadi sumber polusi dan penyakit, sekitar 277.000 ton sampah pertahun akan diubah menjadi sumber energy. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membidik investasi untuk mengelola sampah yang tidak terkelola tersebut menjadi sumber energi terbarukan.
"Pemerintah provinsi sangat serius mendorong investasi pada sektor pengelolaan sampah, khususnya yang berorientasi waste-to-energy, sebagai solusi strategis mengatasi timbulan sampah sekaligus mendukung bauran energi baru terbarukan," kata Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim Riawati di Samarinda, Minggu.
Ia menjelaskan berdasarkan Neraca Pengelolaan Sampah Kaltim tahun 2024, volume sampah tidak terkelola mencapai 277.343,54 ton per tahun. Angka tersebut setara dengan 44,27 persen dari total timbulan sampah tahunan yang mencapai 626.452,54 ton.
Dari sisi pemanfaatan, data menunjukkan fakta yang perlu segera dicarikan solusi. Dari 347.410 ton sampah yang ditangani, pemanfaatan sampah yang diolah menjadi sumber energi baru tercatat 146 ton per tahun. "Jumlah tersebut sangat kecil dibandingkan sampah yang terolah menjadi bahan baku yakni 101.474 ton per tahun," kata Riawati.
Padahal, ujar dia, proyeksi timbulan sampah harian di Kaltim pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 2.987 ton dengan total 4,26 juta jiwa di daerah setempat. Dorongan investasi pada sektor hijau ini sejalan dengan capaian positif realisasi investasi Kaltim pada Semester 1 2025 yang telah menembus Rp43,47 triliun. Pencapaian itu setara 54,43 persen dari target tahunan sebesar Rp79,86 triliun.
Realisasi investasi tersebut mencatatkan penyerapan tenaga kerja 29.650 orang. Kontribusi investasi masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp32,43 triliun atau 74,62 persen. Salah satu proyek yang kini menjadi fokus utama pemerintah untuk mengubah sampah menjadi energi adalah pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Balikpapan.
Proyek pengelolaan sampah ini akan berpusat di Fasilitas Pengelolaan Sampah Akhir (TPAS) Manggar, Balikpapan. TPAS Manggar pada 2023 telah mengelola rata-rata 412,62 ton sampah per hari. Ia menyebut proyek WtE Balikpapan ini ditawarkan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnership.
"Nilai proyek diperkirakan mencapai 122,75 juta dolar AS dengan periode konsesi selama 23 tahun, termasuk tiga tahun masa konstruksi," ujar Riawati. Ia menambahkan proyek ini diprediksi memiliki Tingkat Pengembalian Internal (IRR) sebesar 10,49 persen. Lokasi Balikpapan dinilai strategis karena berdekatan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Kepala Junta Militer Min Aung Hlaing Dicalonkan Jadi Presiden Myanmar
-
Trump dan Xi Jinping akan Bertemu di Beijing 14-15 Mei 2026
-
BMKG: Hujan Diprakirakan Guyur Wilayah DKI Jakarta pada Minggu Siang
-
Pertumbuhan Energi Surya Mendorong Energi Terbarukan Global untuk Lampaui Energi Batubara pada Tahun 2025
-
Pemprov DKI Jakarta Siap Ikuti Arahan Pemerintah Pusat soal Kebijakan WFH
-
Dubes Uni Emirat Arab Temui Pimpinan MPR Eddy Soeparno Tindak Lanjuti Perluasan Kerja Sama Bidang Energi Terbarukan
-
Gilimanuk Jadi Titik Macet Terparah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.