Investor Cermati Hasil MSCI

Rabu, 13 Mei 2026, 06:10 WIB

JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih rentan mele­mah lanjutan, jelang libur panjang akhir pekan ini. Inves­tor mencermati hasil MSCI Index Review periode Mei 2026 dan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), serta perkem­bangan perang di Timur Tengah. 

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong melihat, hingga saat ini belum terdapat katalis positif yang cukup kuat untuk menopang penguatan rupiah. Karena­nya, dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdangan di pasar uang antarbank, Rabu (13/5), bergerak di kisaran 17.450- 17.600 rupiah per dollar AS de­ngan kecenderungan melemah.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada penutupan per­dagangan, Selasa (12/5), melemah 115 poin atau 0,66 persen dari sehari sebelumnya menjadi 17.529 rupiah per dollar AS.

“Pelemahan rupiah didorong ekspektasi suku bunga tinggi The Fed yang lebih lama,” ujar Research & Develop­ment Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Tiffani Safinia.

Pasar memproyeksikan Fed Fund Rate (FFR) tak turun sepanjang tahun ini di level 3,75 persen. Probabilitas CME FedWatch menunjukkan 350-375 basis points (bps) domi­nasi hingga akhir tahun. Selain itu, pasar juga masih me­nunggu arah inflasi AS yang akan menentukan ekspektasi kebijakan moneter The Fed ke depan.

Melihat sentimen domestik, pelemahan rupiah juga di­pengaruhi sentimen terkait aliran modal asing dan persep­si investor terhadap pasar keuangan Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.