JAFF Market 2026 Buka Pendaftaran Proyek Film Asia Pasifik

Senin, 03 Agu 2026, 14:05 WIB

JAKARTA - JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank resmi membuka pendaftaran JAFF Future Project (JFP) dan JAFF IP Connection (JIPCon) mulai 31 Juli hingga 1 September 2026. Kedua program tersebut dirancang untuk mempertemukan proyek film serta pemilik kekayaan intelektual (IP) dengan produser, investor, distributor, pembeli, dan mitra industri perfilman dari Indonesia maupun mancanegara.

Memasuki penyelenggaraan ketiga, JAFF Future Project meningkatkan kapasitas peserta dengan memilih 12 proyek film panjang dari kawasan Asia Pasifik, lebih banyak dibandingkan 10 proyek pada tahun sebelumnya. Program ini terbuka bagi proyek film fiksi, dokumenter, maupun animasi yang masih berada pada tahap pengembangan hingga work-in-progress, dengan prioritas diberikan kepada proyek yang memiliki unsur Indonesia.

Ket. Foto: JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank resmi membuka pendaftaran JAFF Future Project (JFP) dan JAFF IP Connection (JIPCon) mulai 31 Juli hingga 1 September 2026. Kedua program tersebut dirancang untuk mempertemukan proyek film serta pemilik kekayaan intelektual (IP) dengan produser, investor, distributor, pembeli, dan mitra industri perfilman. — Sumber: Istimewa

Pendaftaran JFP dan JIPCon dilakukan melalui situs resmi JAFF Market mulai 31 Juli hingga 1 September 2026. Seluruh informasi mengenai persyaratan, materi aplikasi, hingga ketentuan program juga dapat diakses melalui laman resmi penyelenggara.

"Pada pelaksanaan tahun ini, penambahan 12 proyek diharapkan memberi ruang lebih banyak cerita dari Indonesia dan Asia Pasifik untuk bertemu dengan mitra yang tepat. Yang ingin kami bangun bukan hanya forum presentasi, melainkan jalur pengembangan yang berlanjut, dari pematangan proyek, pendanaan, produksi, hingga akses yang lebih luas ke pasar internasional, khususnya yang berpotensi namun belum tereksplorasi," ujar Market Director JAFF Market, Linda Gozali.

Pada penyelenggaraan tahun ini, JAFF Content Market (JCM) resmi berganti nama menjadi JAFF IP Connection (JIPCon). Pergantian nama tersebut menandai fokus baru program sebagai wadah yang secara khusus menghubungkan pemilik kekayaan intelektual dengan pelaku industri film dan audiovisual untuk membuka peluang adaptasi ke berbagai format.

JIPCon menerima berbagai jenis kekayaan intelektual, mulai dari buku, komik, novel, lagu, gim video, konten digital, hingga karya ilmiah yang memiliki potensi diadaptasi menjadi film. Program ini terbuka bagi penerbit, studio, musisi, platform konten digital, individu, maupun pemegang hak resmi atas karya tersebut.

"Banyak cerita dengan potensi layar yang kuat berada di luar jalur film. Melalui JIPCon, kami ingin membuat pintu masuknya lebih jelas dan mempertemukan pemilik IP dengan pihak yang mempunyai kapasitas untuk mengembangkan, membiayai, dan membawa cerita tersebut kepada penonton atau penikmat karya. Perubahan nama ini mencerminkan fokus kami pada koneksi yang menghasilkan tindak lanjut nyata," kata Business Director JAFF Market, Sekarini Seruni.

Sejumlah alumni JAFF Future Project telah menunjukkan perkembangan di tingkat internasional. Film Pangku, debut penyutradaraan Reza Rahadian, diperkenalkan melalui JFP 2024 sebelum melanjutkan perjalanan ke Hong Kong–Asia Film Financing Forum Goes to Cannes 2025 dan kemudian meraih empat penghargaan di Busan International Film Festival 2025.

Sementara itu, proyek A Life Full of Holes karya Loeloe Hendra Komara yang mengikuti JFP 2025 berhasil terpilih dalam Hong Kong–Asia Film Financing Forum 2026. Dua proyek lain, yakni My Mother karya Eddie Cahyono dan Our Son karya Luhki Herwanayogi, juga lolos ke program Asian Pitching Bangkok International Content Market 2026, dengan My Mother meraih penghargaan White Light Post-Pro Award.

Keberhasilan juga diraih sejumlah kekayaan intelektual yang mengikuti program sebelumnya. Beberapa di antaranya, seperti Bandits of Batavia, Locust, dan Tikam Samurai, telah memasuki tahap pengembangan menjadi film panjang bersama rumah produksi dan sutradara ternama Indonesia.

Peserta terpilih JFP dan JIPCon akan memperoleh kesempatan mengikuti pertemuan bisnis terjadwal dengan pelaku industri, mempresentasikan proyek atau IP kepada calon mitra, serta mendapatkan eksposur dalam rangkaian JAFF Market 2026 Powered by Amar Bank yang akan berlangsung pada 28–30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Pelaku industri juga dapat membeli Badge Akreditasi JAFF Market 2026, termasuk melalui periode Early Bird yang berlangsung hingga 31 Oktober 2026, untuk mengakses berbagai program sekaligus memperluas jejaring profesional di industri perfilman.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.