Fenomena Langka! Gerhana Matahari Total Akan Gelapkan Langit Spanyol Pertama Kalinya dalam Lebih dari 100 Tahun

Senin, 03 Agu 2026, 14:07 WIB

Madrid – Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, daratan utama Spanyol akan mengalami gerhana matahari total yang langka pada 12 Agustus 2026, sebelum kembali disusul gerhana yang berdurasi lebih lama pada musim panas 2027.

Fenomena astronomi ini diperkirakan menjadi salah satu peristiwa langit paling spektakuler dalam beberapa dekade terakhir. Selain gerhana matahari total, pada hari yang sama langit juga akan dihiasi parade enam planet menjelang fajar dan puncak hujan meteor Perseid pada malam harinya.

Ket. Foto: Kacamata khusus gerhana matahari wajib digunakan, meski hanya sedikit bagian Matahari yang masih terlihat. — Sumber: AFP

Gerhana total akan melintasi Semenanjung Iberia menjelang matahari terbenam, serta sebagian kecil wilayah Greenland dan Islandia, ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus.

Bayangan inti Bulan (umbra) akan memulai perjalanannya dari dekat Kutub Utara sebelum bergerak ke selatan. Durasi gerhana total mencapai 2 menit 18 detik di lokasi terpanjang, sebagai pemanasan menuju gerhana 2027 yang diperkirakan berlangsung hingga 6 menit 23 detik, salah satu yang terlama pada abad ini.

Bayangan Bulan akan melintasi jalur sepanjang sekitar 8.260 kilometer dalam waktu sekitar 1,5 jam, sebagian besar di atas Samudra Atlantik. Titik gerhana total terlama berada di lepas pantai barat Islandia. Saat mencapai Portugal dan Spanyol, durasi gerhana menyusut menjadi sekitar satu menit sebelum berakhir di kawasan Laut Mediterania.

Jutaan Orang Bersiap

Fenomena ini diperkirakan menarik perhatian jutaan pemburu gerhana (eclipse chasers), ilmuwan, hingga wisatawan dari berbagai negara.

Masyarakat di wilayah lain juga dapat menikmati gerhana sebagian, yang terlihat dari Alaska, Siberia, Kanada, Amerika Serikat bagian utara, sebagian besar Eropa, hingga Afrika Barat.

Semakin dekat suatu wilayah dengan jalur gerhana total, semakin besar bagian Matahari yang tertutup Bulan. Dublin diperkirakan mengalami penutupan Matahari hingga 94 persen, Oslo 83 persen, Montreal 18 persen, New York 9 persen, dan Norfolk, Virginia sekitar 2 persen.

Para ahli mengingatkan masyarakat untuk menggunakan kacamata khusus gerhana saat mengamati fenomena tersebut. Melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung yang sesuai tetap berbahaya meskipun hanya sebagian kecil Matahari masih terlihat.

Keistimewaan hari itu tidak hanya berasal dari gerhana. Sebelum matahari terbit, enam planet di Tata Surya akan tampak membentuk lengkungan di langit.

Setelah malam tiba, hujan meteor Perseid, salah satu hujan meteor paling populer setiap tahun, mencapai puncaknya bertepatan dengan fase bulan baru sehingga langit menjadi lebih gelap dan ideal untuk pengamatan. Meteor-meteor terang bahkan berpotensi melintas saat gerhana berlangsung, dengan sejumlah planet dan bintang ikut terlihat di latar belakang.

Gelar Pengamatan

Fenomena ini juga dimanfaatkan sebagai kesempatan penting bagi dunia sains.

European Space Agency (ESA) akan menyiarkan gerhana secara langsung dari Observatorium Astrofisika Javalambre di Spanyol serta menggelar kegiatan publik di Kota Leon.

Sementara itu, NASA, Virtual Telescope Project, dan berbagai lembaga astronomi lainnya juga menyiapkan siaran langsung dan program observasi khusus.

Dua teleskop luar angkasa milik ESA akan mengamati korona Matahari, yaitu lapisan atmosfer terluar Matahari yang hanya terlihat jelas saat gerhana total.

Di sisi lain, tim peneliti dari sejumlah universitas di Amerika Serikat akan menerbangkan lebih dari 60 balon penelitian dari Spanyol dan Islandia untuk mempelajari perubahan atmosfer Bumi ketika suhu turun sesaat akibat tertutupnya cahaya Matahari.

NASA juga mengoperasikan pesawat riset berkecepatan tinggi yang akan mengikuti jalur gerhana guna memperpanjang waktu pengamatan hingga hampir tiga menit, sehingga para ilmuwan dapat merekam ribuan citra korona Matahari dalam berbagai panjang gelombang.

Fenomena langit ini akan berlanjut pada 2 Agustus 2027, ketika Spanyol kembali menjadi lokasi utama gerhana matahari total dengan durasi mencapai 6 menit 23 detik.

Gerhana tersebut akan melintasi Spanyol selatan sebelum bergerak menuju Maroko, Aljazair, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia.

Selanjutnya, pada 26 Januari 2028, Spanyol kembali akan menyaksikan gerhana matahari cincin (ring of fire), melengkapi rangkaian tiga fenomena langka dalam kurun waktu kurang dari dua tahun.

Menurut ESA, rangkaian tiga peristiwa astronomi besar tersebut merupakan kebetulan yang sangat langka.

Gerhana matahari total terakhir yang melintasi daratan utama Spanyol terjadi pada 1912, hanya dua hari sebelum tenggelamnya kapal Titanic. Bahkan sebagian astronom menilai gerhana total terakhir yang benar-benar sempurna di negara itu terjadi pada 1905, sehingga fenomena 2026 dan 2027 menjadi momen bersejarah yang sangat dinantikan oleh ilmuwan maupun pencinta astronomi di seluruh dunia.

  • gerhana matahari total

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.