PVMBG: Waspada Peningkatan Aktivitas Gunung Slamet
Kamis, 23 Apr 2026, 15:30 WIBPURWOKERTO - Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Priatin Hadi Wijaya mengungkapkan adanya peningkatan aktivitas Gunung Slamet, Jawa Tengah, yang perlu diwaspadai bersama oleh pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah sekitarnya.
âGunung Slamet ini meliputi lima kabupaten (Banyumas, Purbalingga, Pemalang, Tegal, dan Brebes), sehingga hasil pemantauan kami perlu dikenalkan kepada para pemangku kepentingan agar ada kesiapsiagaan bersama,â kata Kepala PVMBG Priatin di sela kegiatan âSosialisasi Mitigasi Bencana Geologi di Wilayah Gunung Api Slametâ yang digelar di Purwokerto, Kamis (23/4).
Ia mengatakan sosialisasi tersebut menjadi langkah penting untuk menyampaikan perkembangan terkini aktivitas gunung api kepada pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tokoh masyarakat agar respons yang dilakukan lebih terarah.
Menurut dia, terdapat dua indikator utama yang menunjukkan peningkatan aktivitas Gunung Slamet yakni kenaikan suhu kawah dan aktivitas kegempaan vulkanik.
Berdasarkan hasil citra termal tim PVMBG, kata dia, suhu kawah Gunung Slamet mengalami peningkatan signifikan. Sebelum Maret 2026 suhu berada di kisaran 280 derajat Celcius, kemudian meningkat menjadi 418 derajat Celcius, dan terbaru mencapai sekitar 460 derajat Celcius.
Selain itu data kegempaan menunjukkan adanya peningkatan gempa berfrekuensi rendah (low frequency) yang mengindikasikan pergerakan magma dari bagian dalam menuju ke kedalaman yang lebih dangkal.
âKondisi ini menunjukkan adanya dinamika di dalam tubuh gunung api, sehingga perlu kewaspadaan bersama,â katanya menjelaskan.
Dalam melakukan pemantauan, lanjutnya, PVMBG mengombinasikan metode visual dan instrumental, seperti kamera pemantau (CCTV), seismograf, tiltmeter, dan Electronic Distance Measurement (EDM) untuk memantau deformasi tubuh gunung.
Jika peningkatan aktivitas terus berlanjut dan direkomendasikan oleh tim ahli, PVMBG dapat melakukan evaluasi terhadap status Gunung Slamet yang saat ini berada pada Level II atau Waspada.
âJika memungkinkan terjadi kenaikan aktivitas dan direkomendasikan oleh tim ahli kami, maka evaluasi hingga peningkatan status harus segera dilakukan,â kata Priatin.
Sementara itu Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah (Jateng) Bergas Catursasi Penanggungan mengatakan sosialisasi tersebut menjadi dasar penting bagi daerah dalam memperkuat mitigasi bencana.
Ia juga menekankan pentingnya peran desa tangguh bencana sebagai garda terdepan dalam menghadapi potensi erupsi.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Persija Kalah 0-1, Persib Bandung Gapai Puncak Klasemen Sebagai Juara Paruh Musim
-
Presiden Rajoelina: Perebutan Kekuasaan di Madagaskar Sedang Berlangsung
-
Tiongkok Tuduh AS Menerapkan Standar Ganda atas Ancaman Tarif Baru
-
Layanan Cek Kesehatan Gratis Jangkau Hampir 30 Juta Orang, Target 60 Juta Tahun Ini!
-
Kemenhut Selidiki Kematian Gajah Tanpa Kepala di Area Perusahaan di Riau
-
Harga Emas di Pegadaian Naik Lagi, Sentuh Rp2,4 Juta/Gram
-
CIMB Niaga Gelar Cathay Travel Fair 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.