Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Longsor Tebing di Jalur Lintas Selatan Pantai Sine Tulungagung, 2 Warung Makan Jatuh ke Jurang 50 Meter

📅 Senin, 27 Okt 2025, 11:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Longsor Tebing di Jalur Lintas Selatan Pantai Sine Tulungagung, 2 Warung Makan Jatuh ke Jurang 50 Meter Doc: Antara Foto
Ket. Petugas memasang terpal di area tebing Jalur Lintas Selatan (JLS) yang longsor di Desa Rejosari, Tulungagung, Jawa Timur.

Dua warung makan di kawasan rest area tidak resmi di Jalur Lintas Selatan (JLS) Pantai Sine, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, jatuh ke jurang sedalam 50 meter akibat terseret longsor tebing penyangga JLS sepanjang 70-an meter.

Camat Kalidawir Rusdiyanto di Tulungagung,  Senin, mengatakan, peristiwa longsor terjadi pada Minggu (26/10) pagi setelah hampir seharian turun hujan cukup deras di wilayah tersebut.

Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. Namun dua bangunan semi permanen di atas tebing yang menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menikmati panorama Pantai Sine rusak total.

Titik longsoran hanya berjarak sekitar 10 meter dari badan jalan utama JLS yang menghubungkan Tulungagung dengan Kabupaten Blitar di sisi selatan.

Salah satu pemilik warung, Supardi, mengatakan tanah di sekitar tempat usahanya sudah menunjukkan tanda-tanda retak sejak Sabtu (24/10) sore. Ia memutuskan menutup warung dan mengevakuasi sebagian barang sebelum longsor besar terjadi sekitar pukul 08.00 WIB.

"Sudah terlihat retak-retak sejak kemarin (25/10) sore, tapi mulai parah pagi tadi. Sekitar jam delapan langsung ambrol semua. Bangunan dan perlengkapan baru ikut hilang ke bawah jurang," ujarnya.

Supardi mengaku menanggung kerugian hingga Rp250 juta. Ia baru saja menyelesaikan renovasi warung dua pekan lalu lengkap dengan fasilitas parkir, mushala, dan toilet untuk pengunjung.

Sementara itu Camat Kalidawir Rusdiyanto mengatakan tim gabungan dari kecamatan, BPBD Tulungagung, Forkopimcam, dan Perhutani, telah melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian.

Petugas memasang garis pembatas dan menutup area longsoran menggunakan terpal untuk mengurangi erosi akibat hujan susulan.

"Kami imbau masyarakat dan wisatawan agar tidak mendekat ke bibir tebing, karena tanah masih labil. Jangan sampai karena ingin berfoto justru membahayakan diri sendiri," kata Rusdiyanto.

Ia menambahkan pemerintah kecamatan masih berkoordinasi dengan Perhutani dan instansi terkait untuk menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan relokasi pedagang terdampak.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebutkan wilayah pesisir selatan Jawa Timur, termasuk Tulungagung, berada dalam status waspada bencana tanah longsor dan banjir bandang, seiring meningkatnya curah hujan hingga 150 milimeter per dasarian sejak pertengahan Oktober.

BPBD Tulungagung juga telah menyiagakan pos pemantauan di sejumlah titik rawan longsor di Kecamatan Kalidawir, Besuki, dan Campurdarat.

"Upaya mitigasi terus kami lakukan agar kejadian serupa tidak menimbulkan korban jiwa," ujar Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Hendri Suprapto secara terpisah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.