Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Awas! Fenomena MJO, BMKG IV Makassar Minta Masyarakat Waspada

📅 Senin, 27 Okt 2025, 17:33 WIB | Oleh:
Awas! Fenomena MJO, BMKG IV Makassar Minta Masyarakat Waspada Doc: ANTARA/Darwin Fatir
Ket. Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yudha Pahlawan menunjukkan pergerakan awan di layar monitor untuk pantauan prediksi cuaca di Kantor BMKG wilayah IV Makassar, Jalan Prof Basalamah (eks Jalan Racing Center) Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (27/10).

MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan pada masa peralihan musim hujan, mengingat fenomena Madden Julian Oscillation (MJO) secara global telah masuk ke wilayah Indonesia.

"Jadi, memang untuk dua hari terakhir ini kami lihat ada fenomena global MJO yang bergerak masuk ke wilayah Indonesia di kuardan IV. Ini menyebabkan wilayah di Indonesia mendapat peningkatan curah hujan termasuk di wilayah Sulawesi Selatan," kata Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yudha Pahlawan, di Makassar, Senin (27/10).

Ia menjelaskan, fenomena MJO terjadi selama dua hari terakhir di Sulsel terlihat kondisi cuaca umumnya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Bahkan di beberapa wilayah dalam kategori curah hujannya sangat lebat hingga ekstrem.

"Curah hujan dengan kategori ekstrem atau curah hujan lebih dari 150 mm per hari ini terpantau di Kabupaten Barru," tutur Rezki.

Selain di Barru yang masuk kategori ekstrem, ada beberapa daerah masuk kategori dengan curah hujan sedang dan sangat lebat.

"Untuk wilayah lainnya masih dalam kategori sedang hingga sangat lebat, di antaranya Makassar, Maros, Pangkep, wilayah Sulsel bagian utara," ujar dia.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tetap siaga dan waspada, sebab sesuai prediksi beberapa hari ke depan hujan masih berpotensi turun dengan intensitas ringan hingga sedang terutama di sore dan malam hari.

Hujan dengan intensitas sedang, kata dia, khususnya terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian utara dan sebagian wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan seperti Kabupaten Bantaeng, Bulukumba, dan Sinjai.

"Fenomena MJO beberapa hari ke depan masih terjadi di Indonesia, dan terus menjauhi wilayah Indonesia ke wilayah timur. Saat MJO melintasi wilayah Indonesia itu akan ada peningkatan curah hujan," ucapnya.

"Selanjutnya, MJO akan bergerak mulai dari Indonesia bagian barat, kemudian bergerak ke Indonesia bagian tengah dan ke Indonesia bagian timur," kata Rezki.

MJO diketahui merupakan suatu gelombang atau osilasi non-seasonal yang terjadi di lapisan troposfer yang bergerak dari barat ke timur dengan periode osilasi kurang lebih 30-60 hari. Fenomena ini sangat berdampak terhadap kondisi anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.

Atas adanya fenomena MJO tersebut, kata dia, masyarakat maupun pemerintah daerah diimbau senantiasa mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah Sulsel dan sekitarnya.

"Khususnya di wilayah Sulawesi Selatan bagian utara dan wilayah Sulawesi Selatan bagian barat yang akan memasuki periode musim hujan maupun puncak musim hujan pada bulan Desember nanti," tuturnya.

Oleh karena itu, diperlukan langkah pencegahan atau mitigasi bencana alam pada daerah rawan terdampak cuaca ekstrem sehingga dapat diminimalisir, seperti bencana banjir dan tanah longsor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Teknologi Makin Canggih, Kenapa Hilirisasi Indonesia Masih Tersendat?
    Preview komentar:
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai kendala hilirisasi; dari ...
  • Ambisi Semikonduktor Nasional Terhalang Ekosistem Industri
    Preview komentar:
    Tantangan mendasar yang dipaparkan secara tajam dalam artikel ...
  • Pemprov Kaltara Dorong UMKM Dilibatkan dan Masuk Kawasan Industri
    Preview komentar:
    Langkah strategis Pemprov Kaltara memfasilitasi UMKM lokal untuk ...

Kkorban Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kkorban Gempa NTT Bertambah...
Daerah
Mahasiswa di Malang Tewas D...
Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

Menteri Ekraf Apresiasi Pameran SBY Art Community Jadi Ruang Kolaborasi Global

19 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.