Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jejak Kolonial Belanda di Aceh Selatan Disulap Jadi Wisata Sejarah yang Menakjubkan

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 08:00 WIB | Oleh:
Jejak Kolonial Belanda di Aceh Selatan Disulap Jadi Wisata Sejarah yang Menakjubkan Doc: ANTARA/HO- Dok Pemerintah Desa Panton Luas
Ket. Warga Gampong Panton Luas, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, membersihkan lahan eks bivak Kolonial Belanda yang akan dikembangkan menjadi destinasi wisata.

BANDA ACEH - Warga Gampong Panton Luas di Aceh Selatan mengembangkan bivak peninggalan Kolonial Belanda menjadi destinasi wisata sejarah. Upaya ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi desa dan menarik wisatawan ke kawasan perbukitan yang menyajikan panorama Samudra Hindia.

Penjabat Keuchik (kepala desa) Panton Luas Ismaidi yang dihubungi dari Banda Aceh, Kamis, mengatakan pengembangan destinasi pariwisata tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Kami mengembangkan bivak peninggalan Kolonial Belanda sebagai destinasi pariwisata karena menjadi potensi meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Ia mengatakan bivak tersebut merupakan bukti sejarah bahwa marsose atau serdadu Belanda pernah tinggal di tempat tersebut. Literasi menyebutkan bivak tersebut digunakan Belanda mulai pada 1931.

Menurut dia, bangunan utama bivak tersebut sudah tidak ada lagi. Namun, beberapa bagian dari bivak tersebut seperti fondasi, lantai, kolam penampung air, dan beberapa lainnya seperti tangga menuju bangunan utama masih ada.

"Kami berencana membangun replika bivak tersebut sebagai objek wisata sejarah. Masyarakat berharap dukungan pengembangan pemerintah kabupaten maupun provinsi dalam pengembangan wisata sejarah ini," katanya.

Selain pengembangan wisata sejarah Kolonial Belanda, kata dia, masyarakat melalui kelompok sadar wisata Gampong Panton Luas akan membangun bumi perkemahan di lokasi sekitar bivak.

"Kami berharap wisata sejarah Belanda dan bumi perkemahan ini jadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten Aceh Selatan, khususnya Gampong Panton Luas," kata Ismaidi.

Gampong Panton luas berada di perbukitan, ujar dia. Topografinya berada di ketinggian membuat wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut dapat memandang Samudra Hindia.

"Gampong Panton Luas memiliki potensi pariwisata menjanjikan dan tidak kalah jika dikembangkan dengan baik. Desa ini juga memiliki wisata air terjun dan gua alam. Serta ada wisata Puncak Grapella yang pernah ramai dikunjungi," kata Ismaidi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pelaksanaan program penghapusan bentor

13 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.