Geyser Cisolok, Fenomena Langka dari Sukabumi
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 07:57 WIB | Oleh: Haryo BronoProses Terbentuknya
Geyser Cisolok terbentuk karena adanya infiltrasi air hujan yang jatuh di perbukitan sekitar Cisolok. Air ini kemudian meresap ke dalam tanah melalui celah, rekahan, dan pori-pori batuan, lalu bergerak semakin dalam menuju lapisan bawah permukaan bumi.
Di kedalaman tertentu, air tersebut bertemu dengan batuan panas yang dipengaruhi oleh aktivitas magma di kerak bumi. Di sana terdapat zona geotermal (panas bumi) yang masih aktif — sisa dari aktivitas vulkanik masa lampau di jalur gunung api Jawa Barat bagian selatan.
Panas dari batuan itu memanaskan air yang terperangkap di bawah tekanan tinggi hingga mencapai suhu mendidih, sekitar 100°C atau lebih. Ketika air terus menerima panas, sebagian air berubah menjadi uap bertekanan tinggi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Uap tersebut menekan air di atasnya, membentuk sistem tertutup seperti pipa alami di dalam batuan. Tekanan ini meningkat hingga menemukan celah atau retakan menuju permukaan tanah. Ketika tekanan cukup kuat, air panas dan uap menyembur keluar dari celah batuan — inilah yang tampak sebagai Geyser Cisolok.
Semburan ini dapat berlangsung terus-menerus atau periodik, tergantung pada kestabilan tekanan dan pasokan air tanah di bawahnya.
Air panas yang keluar ke permukaan membawa mineral terlarut seperti silika, kalsium, dan karbonat. Ketika air mendingin, mineral-mineral itu mengendap dan membentuk lapisan kerak berwarna krem atau keabu-abuan, ciri khas kawasan panas bumi aktif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Keberadaan Geyser Cisolok juga didukung oleh struktur geologi berupa retakan dan patahan batuan yang memudahkan pergerakan air panas. Tidak adanya kandungan belerang menjadikan airnya jernih dan tidak berbau.
Peran Sungai Cisolok
Lokasi geyser yang berada di tepi Sungai Cisolok berperan penting terhadap keberadaan fenomena ini. Sungai Cisolok dan aliran air permukaan di sekitarnya membantu mengisi kembali (recharge) air tanah di kawasan tersebut, selain dari air hujan.
Air sungai yang meresap melalui celah batuan di bantaran sungai menambah volume air tanah yang kemudian terpanaskan oleh energi panas bumi di kedalaman. Tanpa pasokan air yang memadai dari sistem hidrologi ini, tekanan dan volume air panas yang menyembur bisa menurun.
Selain itu, air sungai yang lebih dingin turut menjaga keseimbangan suhu dan tekanan di bawah tanah. Air dingin yang meresap mendinginkan lapisan batuan atas, menciptakan perbedaan suhu (gradien termal) yang dibutuhkan untuk membentuk semburan geyser secara stabil.
Selama ribuan tahun, aliran Sungai Cisolok juga mengikis tanah dan batuan di tepinya, membentuk retakan dan pori-pori alami yang menjadi jalur keluarnya air panas dan uap dari kedalaman bumi. Proses erosi ini membantu mencegah tersumbatnya jalur geotermal oleh endapan mineral.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!