Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Geyser Cisolok, Fenomena Langka dari Sukabumi

📅 Jumat, 24 Okt 2025, 07:57 WIB | Oleh:
Geyser Cisolok, Fenomena Langka dari Sukabumi Doc: ANTARA/Henry Purba
Ket. Pengunjung berendam di kawasan Wisata Geyser Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Wisata pemandian air panas yang berada di kawasan Unesco Global Geopark Ciletuh Palabuhanratu tersebut menjadi salah satu destinasi wisata andalan di Sukabumi dengan retribusi Rp7.000 per orang.

DI DUNIA ini tidak banyak wilayah yang memiliki geyser; jumlahnya hanya sekitar 1.000 buah saja. Umumnya, geyser hanya terdapat di beberapa negara tertentu, seperti Amerika Serikat (sekitar 500 geyser), Islandia (30), Selandia Baru (70), Rusia (200), dan Cile (80).

Meskipun Indonesia memiliki banyak wilayah vulkanik, jumlah geyser di negeri ini sangat sedikit. Bahkan, hanya satu yang benar-benar dikategorikan sebagai geyser alami aktif, yaitu Geyser Cisolok yang berada di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.

Apa Itu Geyser?

Geyser merupakan semburan air panas alami yang keluar secara berkala dari dalam tanah, biasanya disertai uap air dan tekanan tinggi. Fenomena ini terjadi karena adanya air tanah yang dipanaskan oleh magma (batuan cair panas) di bawah permukaan bumi. Saat air tersebut mencapai titik didih di bawah tekanan tinggi, air akan menyembur ke permukaan sebagai semburan air panas alami.

Geyser tersebut berada di Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, sekitar 15 kilometer dari Pelabuhan Ratu. Kawasan ini masuk ke dalam Geopark Ciletuh, sebuah taman bumi yang telah mendapatkan pengakuan dunia yaitu UNESCO Global Geopark.

Lokasi Geyser Cisolok diapit oleh aliran sungai yang menyatu sekitar 100 meter dari lokasi geyser ke arah hilir, yang disebut Sungai Cisolok. Sungai ini mengalir ke arah selatan dan bermuara di Pantai Karang Hawu, salah satu pantai terkenal di kawasan Pelabuhan Ratu.

Yang menarik, Geyser Cisolok berada jauh dari gunung api aktif. Tempat ini tidak berdekatan dengan Gunung Salak maupun Gunung Gede-Pangrango yang terletak di sisi utara. Namun, menurut penelitian, geyser ini terbentuk di zona retakan kerak bumi, sehingga secara geologis sangat menarik untuk diteliti.

Berada di kawasan perbukitan hijau yang menyejukkan mata membuat wisatawan semakin terdorong untuk datang ke tempat ini. Meski masyarakat umumnya mengenalnya sebagai Pemandian Air Panas Cisolok, fenomena yang terjadi di sini sebenarnya tergolong geyser, sebuah fenomena alam yang sangat jarang dijumpai.

Geyser Cisolok dikenal sebagai satu-satunya geyser aktif di Indonesia. Air yang disemburkan cukup kuat dengan suhu tinggi, sehingga tidak dapat dinikmati langsung oleh wisatawan. Keunikannya, air tersebut tidak mengandung belerang, berbeda dengan pemandian air panas pada umumnya.

Semburan air panas di Geyser Cisolok dapat mencapai ketinggian 3 hingga 5 meter dengan suhu air sekitar 80–100 derajat Celcius. Semburan ini terjadi secara teratur dan terus-menerus, menyerupai geyser-geyser di Islandia atau Amerika Serikat, meskipun dalam skala yang lebih kecil.

Di sekeliling geyser, terbentuk batuan berlapis mineral hasil pengendapan selama ratusan tahun. Pengendapan ini ditandai dengan warna krem dan kekuningan pada batuan di sekitarnya.

Selain nilai geologinya, kawasan Geyser Cisolok juga menjadi objek wisata kesehatan dan rekreasi. Air panasnya dipercaya masyarakat setempat dapat membantu melancarkan peredaran darah dan meredakan pegal-pegal. Banyak pengunjung datang untuk berendam atau sekadar menikmati pemandangan alam yang asri dengan suasana pedesaan dan udara pantai yang segar.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama pengelola wisata terus berupaya menata kawasan ini agar lebih ramah wisatawan tanpa mengurangi nilai ilmiah dan konservasinya. Infrastruktur seperti jalur pejalan kaki, area parkir, dan fasilitas mandi air panas telah diperbaiki, agar pengunjung dapat menikmati pengalaman unik “mandi di air panas yang menyembur dari bumi.”

Lebih dari sekadar destinasi wisata, Geyser Cisolok merupakan warisan geologi langka di wilayah tropis. Keberadaannya menjadi bukti bahwa Indonesia tak hanya kaya akan gunung berapi dan sumber daya alam, tetapi juga memiliki fenomena geotermal yang patut dijaga dan diteliti lebih dalam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.