Baris-Berbaris Jadi Sarana Pembentukan Disiplin dan Karakter Pelajar Yogyakarta
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 16:50 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Pemkot Yogyakarta
YOGYAKARTA - Sebanyak 113 pleton pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD/MI hingga SMA/SMK/MA, ambil bagian dalam Lomba Baris Berbaris (LBB) Kota Yogyakarta 2025 yang digelar di Lapangan Parkir Barat Stadion Mandala Krida, 24–26 Oktober 2025. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Yogyakarta sebagai bagian dari subprogram Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kota Yogyakarta.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, saat membuka kegiatan, menegaskan bahwa lomba baris-berbaris bukan sekadar ajang unjuk kekompakan gerak atau kerapian barisan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai disiplin, karakter, sportivitas, dan semangat kebangsaan di kalangan pelajar.
“Pemerintah Kota Yogyakarta sebenarnya berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan juara, tapi lebih pada pembentukan disiplin dan karakter. Dengan berbaris, anak-anak belajar memiliki kedisiplinan tinggi, sportivitas, serta rasa kebersamaan,” ujar Wawan.
Ia menambahkan, kegiatan seperti LBB juga berperan dalam memperkuat semangat gotong royong dan cinta tanah air, nilai-nilai yang menjadi dasar bagi Yogyakarta sebagai kota berbudaya dan tertib. “Kembali lagi kita dengungkan semangat gotong royong dengan ciri khas Yogya yang harus tetap ada,” ujarnya.
Antusiasme sekolah untuk mengikuti LBB tahun ini terbilang tinggi, dengan partisipasi 21 pleton dari SD, 45 pleton dari SMP (20 putra dan 25 putri), serta 47 pleton dari SMA (19 putra dan 28 putri). “Ini menunjukkan animo sekolah cukup tinggi. Lomba ini memang kegiatan yang bergengsi,” kata Wawan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Dikpora Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, menilai ajang ini tidak hanya melatih ketangkasan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat, kebanggaan, dan motivasi di kalangan siswa. “Ini sebenarnya ajang bergengsi bagi anak-anak. Pleton itu suatu kebanggaan. Dengan adanya kejuaraan seperti ini, anak-anak jadi lebih termotivasi untuk berlatih,” tuturnya.
Menurut Budi, suasana lomba selalu berlangsung meriah karena melibatkan banyak pelajar dari berbagai jenjang. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi agenda tahunan yang menanamkan nilai disiplin, nasionalisme, dan kebersamaan. “Hari ini giliran SD dan MI, besok SMP, dan puncaknya hari Minggu untuk SMA, SMK, dan MA. Nanti pasti meriah sekali,” katanya.
Dalam penilaian, setiap pleton dinilai berdasarkan ketepatan teknik gerakan dan kekompakan barisan, mengacu pada Peraturan Panglima TNI Nomor 57 dan 58 Tahun 2018 tentang Peraturan Baris Berbaris Tanpa Senjata.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!