IHSG Hari Ini Menggeliat! Sentimen Ekonomi Domestik Bikin Pasar Bergairah
📅 Kamis, 23 Okt 2025, 17:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA FOTO/ Fauzan.
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring menguatnya sentimen positif terhadap prospek ekonomi domestik.
Optimisme pelaku pasar didorong oleh stabilitas inflasi, peningkatan konsumsi rumah tangga, serta ekspektasi berlanjutnya kebijakan fiskal yang propertumbuhan.
Kinerja sejumlah sektor utama seperti perbankan, konsumsi, dan infrastruktur turut menopang penguatan indeks.
Meski demikian, investor diingatkan agar tetap mewaspadai potensi koreksi jangka pendek akibat dinamika eksternal dan ketidakpastian global.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (23/10) sore, ditutup menguat seiring dengan sentimen positif dari kebijakan dan data-data ekonomi di dalam negeri.
Sebaiknya Anda baca juga:
IHSG ditutup menguat 121,80 poin atau 1,49 persen ke posisi 8.274,35 Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 21,80 poin atau 2,70 persen ke posisi 828,10.
“IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan menguji level psikologis di 8.300. Namun, perlu diwaspadai potensi pullback jangka pendek karena profit taking pada akhir pekan,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.
Dari dalam negeri, Ratna mengatakan sentimen positif, antara lain berasal dari rencana Danantara Indonesia untuk membentuk perusahaan pengelola aset baru hasil penggabungan entitas anak BBRI, BMRI dan BBNI yang bergerak di pengelolaan aset, yang apabila digabung diperkirakan memiliki dana kelolaan sekitar 8 miliar dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Aksi korporasi tersebut diperkirakan selesai pada kuartal I-2026, namun pertimbangan masih berjalan sehingga belum ada keputusan final terkait rencana tersebut.
Dari data ekonomi, BI melaporkan kredit perbankan tumbuh 7,70 persen year on year (yoy) pada September 2025, sedikit lebih tinggi dari 7,56 persen pada Agustus, terutama didorong oleh kredit investasi yang naik 15,18 persen (yoy), dan kredit modal kerja dan konsumsi masing-masing meningkat 3,37 persen (yoy) dan 7,42 persen (yoy).
Kemudian, data uang beredar dalam arti luas (Money Supply M2) bulan September 2025 meningkat 8 persen (yoy) menjadi Rp9,771.3 triliun, atau lebih tinggi dari pertumbuhan 7,6 persen (yoy) pada Agustus 2025.
Di sisi lain, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 21-22 Oktober 2025 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen (deposit facility 3,75 persen, lending facility 5,50 persen).
Dari kawasan Eropa, akan ada dirilis data retail sales Inggris bulan September yang diperkirakan turun 0,2 persen month to month (mtm) dari tumbuh 0,5 persen (mtm) di Agustus 2025, serta dari Jerman akan dirilis HCOB Manufacturing PMI Flash bulan Oktober 2025 yang diperkirakan stabil di level 49,5.
Dari Amerika Serikat (AS), dijadwalkan akan dirilis data inflasi bulan September 2025, rilis data S&P Global Composite PMI Flash bulan Oktober 2025, serta indeks Michigan Consumer Sentimen Final bulan Oktober 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!