Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Harga Singkong Anjlok, Tebu Jadi Penyelamat Ekonomi Petani Lampung

31 Kamis, 23 Okt 2025, 00:00 WIB | Oleh:
Harga Singkong Anjlok, Tebu Jadi Penyelamat Ekonomi Petani Lampung Harga Singkong Anjlok, Tebu Jadi Penyelamat Ekonomi Petani Lampung Doc: koran jakarta/mss
Ket. Kegiatan sosialisasi Program Kemitraan Tebu antara Sugar Group Companies (SGC) dan petani yang dilaksanakan di Kampung Gedung Bandar Rahayu, Gedung Meneng, Tulang Bawang, Rabu (22/10).

Program Kemitraan Tebu oleh SGC bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan petani Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, dan juga Lampung Tengah yang ekonominya terpuruk akibat anjloknya harga singkong.

TULANG BAWANG – Anjloknya harga singkong membuat banyak petani di Lampung mulai melirik tebu sebagai alternatif masa depan yang lebih menjanjikan. Pergeseran ini dinilai rasional, mengingat tebu memiliki rantai nilai yang lebih panjang dan permintaan relatif stabil, terutama untuk kebutuhan industri gula dan bioetanol.

Transisi ini dapat memperkuat ketahanan ekonomi petani dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas berisiko tinggi seperti singkong. Meski begitu, keberhasilan transisi ini tetap bergantung kemitraan dengan pabrik gula, dan peningkatan produktivitas melalui teknologi budi daya modern.

Program Kemitraan Tebu antara Sugar Group Companies (SGC) dan petani semakin gencar disosialisasikan.Kampung Gedung Bandar Rahayu, Gedung Meneng, Tulang Bawang, Lampung menjadi titik ke-11 sosialisasi kemitraan.

Dalam sosialisasi tersebuthadir Camat Gedung Meneng, Andi Irawan, Kepala Kampung Bandar Gedung Rahayu, Robet Mahardika, Kepala Kampung Gedung Tapa Ilir, Yudi Saputra dan sejumlah unsur Forum Pimpinan Kecamatan.

Petinggi SGC, Purwati Lee saat sosialisasi di Balai Kampung Gedung Bandar Rahayu, Rabu (22/10) menjelaskan, program ini bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan rakyatTulang Bawang, Tulang Bawang Barat,dan juga masyarakat Lampung Tengah yang ekonominya terpuruk akibat anjloknya harga singkong.

“Dengan harga singkong yang terpuruk, kami membantu rakyat Lampung yang selama ini menanam singkong atau tanaman lainnya, mengganti dengan menanam tebu. Saya berharap tebu menjadi masa depan petani,” kata Purwati Lee yang biasa dianggapi Ibu Lee ini.

Dia menambahkan kemitraan tebu bersama SGC memberikan keuntungan nyata bagi petani karena sistem pembayarannya cepat dan transparan. Dengan mekanisme ini, petani dapat segera memperoleh hasil dari panen mereka tanpa harus menunggu lama sehingga arus keuangan lebih lancar dan motivasi untuk terus menanam tebu pun meningkat.

Menurut Ibu Lee, menanam tebu itu mudah asal merawatnya dilakukan secara serius.Menanam tebu ibarat memelihara istri cantik, harus dirawat dan dijaga sepanjang hari, jangan ditinggal-tinggal.Kalau sering ditinggal bisa saja nanti diambil orang.

“Perlu TLC, tender loving care, perlu lebih perhatian.Kalau singkong bisa ditanam lalu ditinggal, kalau tebu tidak bisa,” katanya.

Perwakilan SGC, Sulis Prapto menjelaskan, sosialisasi kemitraan akan terus dilakukan.Seminggu minimal di 2 titik. Tidak hanya di Tulang Bawang saja, tapi juga kabupaten-kabupaten lain di provinsi Lampung.

Disambut Antusias

Program sosialisasi di Balai Kamoung Gedung Bandar Rahayu tersebut, disambut antusias petani.Mereka yang datang bukan hanya warga sekitar, tapi ada juga yang dari Kecamatan Dente Teladas.

Arifin Daud, 65 tahun wargaBrata Sena, Dente Teladas langsung mendaftar begitu acara sosialisasi berakhir.Dia menyiapkan 6 hektare lahannya untuk ikut kemitraan dengan SGC. “Saya langsung daftar karena harga yang ditawarkan dalam kemitraan ini sangat menarik.Pasti hasilnya menyenangkan,” kata Arifin.

Lahan yang disiapkan untuk bermitra dengan tebu dengan SGC sebelumnya ditanami sawit, tapi ludes terbakar. Pernah juga ditanami singkong, tetapi karena harga singkong terus turun. “Saya berharap dengan ikut kemitraan tebu ini, hasilnya bisa mengangkat perekonomian dan kesejahteraan keluarga saya,” katanya

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Main di Kandang, Arema FC Digulung Bali United

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Main di Kandang, Arema FC D...

Subuh Keliling untuk Mencari Masukan Warga

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Subuh Keliling untuk Mencar...
Daerah
Rapat Anggota Tahunan Sebua...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.