Dalang Legendaris Ki Anom Suroto Tutup Usia, Dunia Wayang Berduka
📅 Kamis, 23 Okt 2025, 17:26 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Aris Wasita
SOLO - Dunia seni pedalangan Tanah Air berduka. Dalang legendaris asal Sukoharjo, Ki Anom Suroto, meninggal dunia pada Kamis (23/10) pagi di Rumah Sakit dr Oen Kandang Sapi, Solo, akibat serangan jantung.
Maestro wayang kulit itu sempat dirawat selama lima hari sebelum tutup usia pada pukul 07.00 WIB.
Putra Ki Anom Suroto, Jatmiko mengatakan sebelum meninggal dunia ayahnya sudah dirawat di rumah sakit sejak lima hari lalu. Saat itu, Anom Suroto terapaksa dibawa ke RS karena mengalami serangan jantung.
"Sempat dirawat di ICU, tapi masih sadar. Tapi sudah enggak. Kebetulan bapak juga punya diabetes," katanya.
Sebelum meninggal, Jatmiko mengaku diberi pesan dari ayahnya agar selalu menjaga kerukunan keluarga.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kemarin sempat berkomunikasi, kami anak-anaknya diminta melanjutkan perjalanan bapak. Harus rukun, nggak boleh ada yang berkelahi," katanya.
Kenang Sosok Maestro
Sementara itu, ketua Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (SENAWANGI) Sumari Sosro Adi Wiguno mengatakan bahwa sosok almarhum Ki Anom Suroto merupakan dalang yang menjadi rujukan dan panutan bagi dalang muda.
"Beliau mempunyai kelebihan yang menjadi rujukan dan panutan terutama bagi para dalang muda maupun yang mau belajar mendalang," ujar Sumari yang juga Pamong Budaya Ahli Madya Kementerian Kebudayaan RI saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Kamis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia juga mengenang sosok mendiang Ki Anom yang mempunyai ciri khas suaranya yang merdu (kung) dalam sulukan atau tetembangan.
Selain itu, nilai-nilai yang dapat dianut dari Ki Anom Suroto adalah sosoknya selalu mengajarkan bahwa "dalang kuwi kudu golek jeneng sik lagi jenang" artinya untuk mencapai popularitas atau ketenaran dan kesuksesan mulai perjuangan dulu kerja keras dulu untuk bisa dikenal masyarakat jangan langsung pasang tarif yang tinggi.
"Nanti kalau sudah mulai dikenal maka rezeki akan datang sendiri dengan seizin Tuhan Yang Maha Esa," tambah dia.
Lebih dari itu, maestro dalang dengan nama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung Haryo Lebdo Nagoro itu juga kerap menyerukan pada sosok-sosok seniman dalang muda agar tidak malas belajar.
"Maksudnya untuk menjadi dalang jangan fanatik hanya kepada dalang tertentu namun harus mau menimba ilmu dari dalang siapa pun baik tua maupun muda bahkan dari gaya pedalangan lain karena masing-masing punya kelebihan," tegasnya.
Sumari menambahkan bahwa almarhum Ki Anom Suroto akan dimakamkan hari ini pukul 15.00 WIB, dan diberangkatkan dari Rumah Duka Kebon Seni Timasan Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo menuju Makam Depokan, Juwiring Klaten, Jawa Tengah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!