Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menekraf Optimistis Ekonomi Kreatif Bersaing di Kondisi Geopolitik

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 19:31 WIB | Oleh:
Menekraf Optimistis Ekonomi Kreatif Bersaing di Kondisi Geopolitik Doc: ANTARA/Fitra Ashari
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat ditemui media dalam acara Friends of Creative Economy di Jakarta, Selasa (21/10).

JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya optimistis sektor ekonomi kreatif bisa berkembang menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru di tengah kondisi geopolitik dan persaingan global.

"Tentu kita melihat bahwa perkembangan ekonomi kreatif tidak hanya di Indonesia, di dunia itu juga menunjukkan angka yang signifikan terutama sumbangannya juga terhadap perekonomian dunia, lapangan kerja, dan juga ekspor dan impor antarnegara dari sektor ekonomi kreatif, " kata Riefky dalam acara Friends of Creative Economy di Jakarta, Selasa (21/10).

Ia mengatakan, ekonomi kreatif kini menjadi salah satu andalan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Melihat hal ini, Kemenekraf ingin Indonesia juga berkontribusi bersaing dengan produk-produk lokal dan berkembang di tengah tantangan global yang ada seperti perang tarif yang menghangat.

Adanya forum Friends of Creative Economy 2025 sebagai rangkaian acara menuju World Conference on Creative Economy 2026, bisa menjadi ajang Indonesia menunjukkan potensi ekonomi kreatif lokal dengan modal utama berdasarkan akar budaya dari tiga sektor prioritas yaitu fashion, kriya dan kuliner.

"Cukup kreatif orang-orang Indonesia karena kita tahu juga akar budaya Indonesia yang kuat juga menjadi modal utama. Tentu saat ini kita tantangannya adalah bagaimana kita juga bisa segera masuk atau semakin banyak masuk ke pasar global. Ini bagian dari kegiatan ini hari ini," kata Riefky.

Di dalam negeri, tahun 2025 sektor ekonomi kreatif telah berkontribusi terhadap pertumbuhan PDB sebesar 5,69 persen, dari nilai ekspor sudah tercapai 12,89 miliar dollar Amerika Serikat di semester pertama atau 49 persen dari target 26,4 miliar dollar AS, dan memberikan jumlah lapangan kerja sebanyak 26,4 juta orang di industri kreatif.

Sementara untuk investasi di sektor ekraf nasional, semester pertama tahun 2025 sudah tercapai 66 persen atau 90,12 triliun rupiah dari target untuk tahun 2025 adalah 136 triliun rupiah.

"Jadi kalau kita lihat memang pertumbuhannya trennya sangat positif dan kami juga bersyukur karena pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia ini juga atas arahan Bapak Presiden adalah hasil kolaborasi juga," kata Riefky.

Ia berharap forum yang mengundang delegasi internasional bisa memberikan kesempatan pada produk lokal bisa dikenal secara lebih luas dan ia berharap produk kreatif Indonesia dan skill pegiat ekraf semakin kompetitif. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

49 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.