Jaga Inflasi, Gerakan Pangan Murah Tembus 10 Ribu Kali, Jangkau 37 Provinsi
📅 Selasa, 21 Okt 2025, 12:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman mengatakan, selain operasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Beras (SPHP), pemerintah gencar melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Dalam pelaksanaannya, mulai Januari sampai 17 Oktober di tahun 2025 ini tercatat telah mencapai 10.212 kali. "GPM tersebut dimasifkan pada 37 provinsi dan 375 kabupaten/kota dan akan terus meningkat sampai Desember nanti,"ungkap Mentan/Kabapanas, Amran di Jakarta, Selasa (21/10).
GPM mempunyai peran penting sebagai salah satu instrumen stabilisasi harga pangan yang dilaksanakan oleh pemerintah secara kolaboratif. GPM merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi masyarakat Indonesia.
Melalui penyebaran operasi pasar dalam bentuk program GPM, pemerintah ingin terus mendekat ke masyarakat. Aksesibilitas terhadap pangan pokok yang berkualitas dengan harga terjangkau perlu terus dimasifkan. GPM ini dilakukan dengan menggandeng pemerintah daerah, BUMN (Badan Usaha Milik Negara), BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) hingga asosiasi petani dan pelaku usaha pangan.
Untuk diketahui, realisasi GPM di tahun 2024 berada di angka 9.547 kali. "Jika dibandingkan pada realisasi GPM tahun 2025 ini, maka ada peningkatan 665 kali terlaksana terhadap capaian GPM yang sampai tengah Oktober 2025 telah berada di 10.212 kali,"sebut Amran
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara GPM di tahun 2022 kala itu hanya dapat terlaksana 442 kali. Berlanjut di tahun 2023, GPM mulai meningkat hingga tercapai 1.626 kali. Adapun masifnya frekuensi pelaksanaan GPM turut berkontribusi pada pengendalian tingkat inflasi, terutama inflasi komponen harga bergejolak (volatile food) atau inflasi pangan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan pada tahun berjalan (year to date) di tahun ini berada di 3,32 persen. Tingkat inflasi tersebut masih dalam koridor target inflasi pangan yang dicanangkan dalam High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Pusat (HLM TPIP) Tahun 2025 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (31/1) lalu.
Dalam HLM TPIP ditetapkan untuk inflasi volatile food harus dijaga dalam kisaran 3 sampai 5 persen. Tingkat inflasi pangan tahun berjalan tahun 2025 ini yang berada di 3,32 persen pun masih lebih rendah dibandingkan inflasi tahun berjalan di 2022 dan 2023. Masing-masing saat itu berada di 5,61 persen dan 6,73 persen. Sementara di 2024 berada di 0,12 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!