Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Insei, Strategi Politik Kekaisaran Jepang Melawan Dominasi Klan Fujiwara

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 07:45 WIB | Oleh:
Insei, Strategi Politik Kekaisaran Jepang Melawan Dominasi Klan Fujiwara Doc: Foto: Wikimedia Commons
Ket. Patung Fujiwara Kamatari di Kuil Tanzan.

INSEI yang merupakan pemerintah model tertutup pada masa Jepang Kuno ini untuk menggambarkan strategi para kaisar pada akhir Periode Heian (794-1185 M) di Jepang kuno. Mereka turun takhta demi pewaris terpilih namun tetap memerintah dalam kapasitas tertentu, biasanya setelah pensiun ke biara Buddha, sehingga muncullah istilah biara.

Insei adalah jenis pengendalian politik vanu menggantikan sistem sekkan (sessho-kanpaku), kedua orang itu dipilih karena kaisar yang sedang bertahta belum dewasa dan tugas mereka adalah membantu kaisar untuk melakukan pengawasan terhadap sistem pemerintahan dan sekaligus menjadi wakilnya dalam memutuskan segala perkara resmi.

Para kaisar mengambil langkah-langkah tersebut untuk menjaga agar diri mereka dan penerus mereka tidak didominasi oleh keluarga penguasa yang kuat pada masa itu, terutama anggota klan Fujiwara, yang berusaha menempatkan pendukung mereka sendiri di atas takhta kekaisaran.

Sistem insei ini mencoba menghilangkan pengaruh Fujiwara itu, karena dalam susunan pemerintahan di istana semuanya dijabat oleh keluarga pejabat Fujiwara, orang yang tidak mempunyai hubungan dengan keluarga pejabat Fujiwara.

Kaisar Go-Sanjo mencoba menghilangkan pengaruh Fujiwara dalam istana, mengangkat orang-orang yang tidak ada hubungannya dengan keluarga pejabat Fujiwara. Sistem ini dibuat agar tidak ada lagi pengaruh dari istana.

Meskipun berhasil diterapkan oleh beberapa kaisar, dua konsekuensi yang tidak menguntungkan dari strategi ini adalah provinsi-provinsi menjadi semakin jauh dari kendali pemerintah dan persaingan kekuasaan di Jepang meningkat sedemikian rupa.

Dampaknya dari militerisasi politik yang lebih besar akhirnya menyebabkan penggulingan total pemerintah dan kekuasaan jangka panjang oleh para shogun pada periode abad pertengahan. Shogun sendiri adalah sebutan untuk pejabat Tōryō (kepala klan samurai) yang didapatkannya berdasarkan garis keturunan.

Kendali Fujiwara

Selama Periode Heian di Jepang kuno, pemerintahan memang didominasi oleh satu klan keluarga besar, yaitu Fujiwara. Mereka berhasil memonopoli posisi-posisi kunci pemerintahan, menikahkan putri-putri mereka dengan kaisar, dan dalam banyak kasus bahkan bertindak sebagai bupati dan secara langsung mengendalikan urusan negara.

Keluarga Fujiwara mampu merebut kekuasaan kaisar dan menjadikannya sekadar boneka, bukan hanya karena mereka didukung oleh milisi swasta yang kuat ketika keluarga kerajaan tidak memiliki pasukan seperti itu untuk diandalkan, tetapi juga karena keluarga Fujiwara sengaja memilih kaisar baru saat mereka masih anak-anak.

Dengan demikian, kaisar muda harus dinasihati oleh seorang bupati (Sessho) yang hampir selalu merupakan perwakilan dari keluarga Fujiwara. Secara total, akan ada 21 Bupati Fujiwara dari tahun 804 M hingga 1238 M.

Bahkan ketika seorang kaisar mencapai usia dewasa, ia masih dinasihati oleh posisi yang baru diciptakan, Kampaku, yang memastikan keluarga Fujiwara mempertahankan cengkeraman kekuasaan mereka.

Untuk memastikan situasi ini terus berlanjut, kaisar-kaisar baru dicalonkan bukan berdasarkan kelahiran, melainkan oleh sponsor mereka. Ia akan didorong atau dipaksa turun takhta ketika berusia tiga puluhan demi penerus yang lebih muda.

Setiap kaisar dewasa yang terbukti terlalu tidak kooperatif akan dipaksa turun takhta atau disingkirkan dengan mudah, terkadang dalam keadaan yang misterius. Misalnya, antara tahun 858 dan 956 M terdapat 10 kaisar berbeda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

50 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.