Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Inovatif! Siswi Yogya Kembangkan Game Pengelolaan Emosi dan Empati Anak

📅 Selasa, 21 Okt 2025, 23:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Inovatif! Siswi Yogya Kembangkan Game Pengelolaan Emosi dan Empati Anak Doc: Antara
Ket. Dua siswi SMAN 5 Yogyakarta, Desak Nalla Nanda Karenzha dan Meutia Aulia Tsany Iskandar menunjukkan game edukasi anak "Berkisah" yang mereka kembangkan.

Yogyakarta - Dua siswi SMAN 5 Yogyakarta menciptakan game edukasi anak 'Berkisah' yang membantu anak usia dini belajar mengenali dan mengelola emosi serta menumbuhkan empati melalui permainan peran yang interaktif dan menyenangkan.

Game berbasis Role Playing Game (RPG) yang dikembangkan Desak Nalla Nanda Karenzha dan Meutia Aulia Tsany Iskandar, siswi kelas XII SMAN 5 Yogyakarta itu sukses menembus final Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2025.

"Game ini kami rancang khusus untuk interaktif, jadi bisa juga dimainkan bersama orang tua, pendamping, atau guru," ujar Meutia Aulia dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Selasa (21/10).

Menurut Meutia, 'Berkisah' dikembangkan dengan pendekatan teatrikal yang menampilkan karakter lucu seperti kelinci, singa, kucing, dan domba.

Game tersebut juga dilengkapi dengan cerita interaktif yang dapat diperankan langsung oleh anak di dalam permainan.

Melalui peran yang dimainkan, anak-anak dapat belajar mengenali dan mengelola emosi, menerapkan coping strategy, mengembangkan empati, serta menemukan cara pemecahan masalah secara menyenangkan.

Game 'Berkisah' hadir dalam bentuk hardbook teatrikal dan aplikasi daring, serta dilengkapi kartu berbasis Augmented Reality (AR) dengan desain yang menarik.

Menurut Desak Nalla, game itu menyasar anak usia 3-7 tahun, termasuk orang tua dan guru pendidikan usia dini.

Game tersebut sudah diujicobakan di beberapa TK dan komunitas peduli anak di Yogyakarta, serta disosialisasikan ke Ikatan Kepala Sekolah TK dan PAUD se-Kota Yogyakarta.

"Kami juga sudah mengantongi izin Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)," ujarnya.

Game tersebut juga telah mendapatkan penilaian ahli (expert judgement) dari psikolog Eva Rahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Dalam lembar validasinya, Eva menilai materi dalam 'Berkisah' mampu membantu anak-anak usia dini mengenali emosi secara menyenangkan dan sesuai tahap perkembangannya.

Kepala TK Pangudi Luhur Yogyakarta Anastasia Arum Sari mengaku senang dengan hadirnya game 'Berkisah' karena sangat membantu anak-anak mengenali peran dan emosi mereka sejak dini secara menyenangkan.

"Saya sangat mengapresiasi karya ini. Ini sangat membantu untuk capaian pendidikan anak usia dini di fase fondasi dalam pengenalan jati diri," ujarnya.

Menurutnya, game karya siswi SMA tersebut juga menjadi jawaban atas keresahan orang tua karena banyak anak yang kecanduan gawai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.