Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tragisnya Perundungan Dewasa: Pelaku Bisa Disembuhkan, Korban Bisa Pulih dengan Langkah Ini

📅 Senin, 20 Okt 2025, 21:20 WIB | Oleh:

Untuk intervensi konseling berbasis empati, menurut Kasandra terapi ini bertujuan menumbuhkan empati dan tanggung jawab pribadi pada pelaku perundungan dan bukan rasa takut terhadap hukuman.

"Berdasarkan pendekatan Cognitive-Behavioral Therapy (CBT), intervensi ini mengajak pelaku mengidentifikasi pola berpikir merundung “itu hanya bercanda” atau “dia pantas mendapatkannya” dan menggantinya dengan cara pandang yang lebih sehat," katanya.

Intervensi psikologis kedua adalah anger management training yang biasanya dilakukan kepada pelaku perundungan dengan kecenderungan menyalurkan emosi negatifnya kepada korban.

"Intervensi ini melatih kemampuan mengendalikan emosi, berpikir sebelum bereaksi, dan menyalurkan energi secara konstruktif," tambah Kasandra.

Terakhir ada intervensi berupa terapi kelompok reflektif. Terapi ini tercatat dalam buku "Bullying and Harassment in the Workplace" (2020) mengajak pelaku perundungan di dalam kelompok mendiskusikan alasan di balik perilaku menyakiti mereka kepada korban.

Para perilaku diajak untuk belajar mendengarkan pengalaman para korban dengan harapan bisa membangun empati sosial. Pendekatan ini sering digunakan terutama di lingkungan kerja.

Perilaku perundungan ternyata tidak berhenti di masa anak-anak atau pun remaja tapi juga tetap bisa terjadi di lingkungan sosial dewasa.

Hal ini dapat terjadi di antaranya karena adanya rasa superior pelaku terhadap korban, pengaruh pengalaman masa lalu pelaku perundungan, faktor sosial dan teman sebayanya, serta kurangnya edukasi terkait perundungan dan regulasi yang melindungi korban.

Baru-baru ini, terjadi kasus perundungan dalam bentuk olok-olok di media sosial yang dilakukan sejumlah mahasiswa dari Universitas Udayana kepada salah satu kolega mereka berinisial TAS (22) yang meninggal dunia.

Olok-olok itu dinilai warganet Indonesia sebagai tindakan yang nirempati karena ditujukan pada korban yang mengakhiri nyawanya secara tragis.

Hal ini membuat sejumlah mahasiswa yang mengolok-olok TAS tersebut mendapatkan sanksi diberhentikan secara tidak hormat dari Universitas Udayana.

Universitas Udayana pun telah membuat tim investigasi untuk menelusuri kasus meninggalnya TAS (22) yang diduga menjadi korban perundungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

32 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.