BRIN: Air Hujan Jakarta Mengandung Partikel Mikroplastik Berbahaya
📅 Minggu, 19 Okt 2025, 14:40 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat“Sampah plastik sekali pakai masih banyak, dan pengelolaannya belum ideal. Sebagian dibakar terbuka atau terbawa air hujan ke sungai,” kata dia.
Untuk mengatasi masalah ini, BRIN mendorong langkah konkret lintas sektor. Pertama, memperkuat riset dan pemantauan kualitas udara serta air hujan di kota besar.
Kedua, memperbaiki pengelolaan limbah plastik di hulu melalui pengurangan plastik sekali pakai dan peningkatan fasilitas daur ulang. Ketiga, mendorong industri tekstil memasang sistem filtrasi mesin cuci agar serat sintetis tidak terlepas ke lingkungan.
Selain itu, edukasi publik menjadi kunci penting dalam mengurangi polusi mikroplastik. Reza mengajak masyarakat untuk bijak memakai plastik, memilah sampah, dan tidak membakar limbah sembarangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kesadaran masyarakat bisa menekan polusi mikroplastik secara signifikan,” ujar dia.
Menurut dia, perilaku manusia berbanding lurus dengan kualitas lingkungan yang mereka hadapi.
“Hujan yang kini mengandung partikel plastik adalah refleksi perilaku manusia terhadap bumi. Langit Jakarta sebenarnya sedang memantulkan perilaku manusia di bawahnya,” kata Reza.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Plastik yang kita buang sembarangan, asap yang kita biarkan mengepul, sampah yang kita bakar karena malas memilah, semuanya kembali kepada kita. Pengembalian itu dalam bentuk yang lebih halus, lebih senyap, tapi jauh lebih berbahaya,” ucap Reza. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!