Otorita-BRIN Kaji Toponimi di Kawasan Nusantara
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 03:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
PENAJAM - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Rabu (15/10) menggelar pertemuan dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Kantor Balai Kota Otorita IKN, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Pertemuan IKN-BRIN ini merupakan kolaborasi bagi kajian penamaan rupa bumi (toponimi) di kawasan Nusantara, meliputi jalan-jalan, embung, hingga gedung-gedung perkantoran/pemerintahan.
Pertemuan ini menandai awal sinergi strategis antara Otorita IKN dan BRIN dalam menghadirkan basis data ilmiah yang kuat bagi pembangunan Nusantara, tidak hanya sebagai kota pemerintahan, tetapi juga sebagai pusat riset, inovasi, dan peradaban baru Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri tujuh peneliti BRIN lintas bidang keilmuan berbeda yang salah satunya memaparkan rencana kerja sama pengembangan Social Early Warning System (SEWS) untuk mendeteksi potensi konflik sosial di wilayah IKN.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kerja sama dengan BRIN merupakan langkah strategis untuk memperkuat pondasi tata ruang dan tata sosial IKN menuju Ibu Kota Politik tahun 2028.
“Toponimi ini akan sangat diperlukan. Kami siap berkontribusi dengan apa saja yang BRIN butuhkan, dengan catatan kajian ini harus bisa dimanfaatkan secara nyata. Tidak hanya nama jalan saja, tetapi setiap kawasan Nusantara harus kita beri identitas,” ujar Basuki seraya menargetkan agar hasil kajian toponimi dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2027.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Kepala Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Profesor Dr M Rokhis Khomarudin, menjelaskan bahwa kajian ini tidak hanya berfokus pada penamaan geografis, tetapi juga penguatan dimensi sosial dan budaya dalam setiap unsur buatan tata kota.
“Kami perlu mendalami beberapa alternatif yang nanti akan kami usulkan, termasuk penamaan yang futuristik dan juga terkait tidak hanya warga lokal saja, tetapi juga mendapatkan masukan dari para pendatang yang ada di kawasan IKN ini,” jelas Rokhis.
Sebagai bagian dari kegiatan, rombongan BRIN turut meninjau sejumlah infrastruktur penting, seperti embung-embung, Bendungan Sepaku Semoi, dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sanggai. Selain untuk memetakan lokasi penamaan, kunjungan ini juga memastikan kesiapan infrastruktur dasar yang menjadi penopang kehidupan masyarakat di Nusantara.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Terkait hasil riset sebelumnya mengenai sumber daya air, sejauh ini informasinya masih berdasarkan citra satelit dan belum melalui kegiatan lapangan. Dengan kata lain, riset itu masih awal, maka kami perlu konfirmasi lebih dulu. Maka, dengan adanya tambahan data yang dilakukan BRIN di IKN ini akan memperkuat hasil riset, sebelumnya,” ungkap Rokhis. Ant/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!