“Lilin-Lilin Kecil”: Lagu Abadi James F. Sundah yang Menyala dalam Ingatan Bangsa
📅 Jumat, 17 Okt 2025, 07:43 WIB | Oleh: Tim PenulisNamun, ia tidak mundur. Ia yakin pada visinya dan terus berjalan pelan-pelan, menyempurnakan setiap nada, hingga akhirnya lagu ini menemukan bentuk terbaiknya hampir dua dekade kemudian.
Di situlah terlihat prinsip yang sejak awal ia pegang bahwa karya seni bukanlah soal siapa yang paling cepat sampai di garis akhir, melainkan siapa yang paling setia berjalan tanpa kehilangan makna.
Dalam proses panjang itu, James juga membuktikan bahwa kesempurnaan bukanlah hasil kerja seorang diri.
Ia melibatkan banyak kolaborator, dari Meilody Indreswari yang menyanyikan versi awal hingga Claudia Emmanuela Santoso, pemenang The Voice of Germany, yang memberikan nyawa baru pada versi Indonesia dan Inggris.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sudah lama saya tidak menemukan lagu seperti ini,” kata Claudia. “Liriknya dalam, melodinya puitis, dan ada kejujuran yang jarang saya temui.”
Bagi Meilody sendiri, keterlibatannya bukan sekadar proyek profesional, tetapi perjalanan spiritual.
“Om James bahkan meminta bantuan native speaker untuk memastikan pelafalan saya tepat. Rekamannya berkali-kali, tapi semuanya penuh cinta,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika lagu itu akhirnya dirilis dan mendapatkan penghargaan MURI sebagai “Penerbitan Serentak Single Tiga Bahasa dari Tiga Benua dengan Peran Terbanyak Berhak atas Hak Ekonomi Hak Cipta,” James tidak tampak larut dalam euforia.
Ia justru lebih banyak berbicara tentang pentingnya ekosistem musik yang adil.
“No song, no music industry,” ujarnya, mengutip pernyataannya sendiri di majalah Rolling Stone Indonesia pada 2009. “Tanpa lagu, tidak ada industri musik. Tapi tanpa keadilan bagi penciptanya, musik akan kehilangan jiwanya.”
Hak Ekonomi
Di era ketika distribusi digital kerap mereduksi nilai karya seni menjadi angka-angka streaming, James memilih jalur berbeda.
Ia mendaftarkan lagu barunya ke US Copyright Office dan memastikan seluruh kontributor memperoleh hak ekonomi secara proporsional. Dalam proyek ini, ia tidak hanya menjadi komponis, tetapi juga penulis lirik, arranger, musisi, produser, publisher, sound engineer, hingga videografer.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!