Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

China: Pembatasan Ekspor Logam Tanah Jarang Demi Perdamaian Dunia

📅 Jumat, 17 Okt 2025, 03:00 WIB | Oleh:
China: Pembatasan Ekspor Logam Tanah Jarang Demi Perdamaian Dunia Doc: ANTARA/Desca Lidya Natalia.
Ket. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian.

BEIJING - Pemerintah China menegaskan kebijakan pembatasan ekspor logam tanah jarang yang segera diberlakukan bertujuan menjaga perdamaian dunia dan stabilitas regional. Namun langkah ini memicu kekhawatiran dari negara-negara G7, terutama Jepang dan Amerika Serikat, yang menilai kebijakan tersebut dapat mengguncang rantai pasok global dan memicu perang dagang baru.

"China menerapkan pengendalian ekspor pada barang-barang terkait sesuai hukum untuk lebih menjaga perdamaian dunia dan stabilitas regional serta untuk memenuhi kewajiban non-proliferasi dan kewajiban internasional lainnya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Kamis.

Hal tersebut disampaikan sebagai tanggapan dari pernyataan Menteri Keuangan Jepang Katsunobu Kato di Washington DC yang menyampaikan kekhawatirannya terhadap pembatasan ekspor logam tanah jarang dari China dan mengharapkan pentingnya tindakan terkoordinasi dari negara-negara G7.

Kato berbicara setelah pertemuan G7 yang diadakan di sela-sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB).

Ia juga menekankan perlunya memantau risiko pasar keuangan secara ketat dan mengatakan pihak berwenang akan tetap waspada terhadap fluktuasi yang berlebihan atau pergerakan nilai tukar yang tidak teratur.

"Pembatasan ini sejalan dengan praktik internasional. China siap bekerja sama dengan seluruh dunia untuk meningkatkan dialog dan pertukaran pengendalian ekspor guna menjaga keamanan dan stabilitas rantai industri dan pasokan global," jelas Lin Jian.

Pada Kamis (9/10). Kementerian Perdagangan China mengumumkan pembatasan dan kontrol ekspor logam tanah jarang yang akan mulai berlaku secara bertahap pada 8 November 2025, kemudian sepenuhnya pada 1 Desember 2025.

Alasan pembatasan itu adalah demi mencegah penyalahgunaan logam tanah jarang di sektor militer dan bidang sensitif lainnya.

Perusahaan yang memiliki hubungan dengan militer asing atau masuk daftar pengawasan ekspor akan ditolak izinnya, sementara permohonan ekspor untuk produk yang berpotensi digunakan dalam persenjataan atau aktivitas terorisme juga tidak akan disetujui.

Pembatasan baru tersebut mewajibkan entitas asing memperoleh lisensi untuk mengekspor produk yang mengandung lebih dari 0,1 persen bahan tanah jarang domestik atau diproduksi menggunakan teknologi China. Permohonan untuk barang yang dapat digunakan dalam senjata atau tujuan militer akan ditolak.

China menguasai sekitar 70 persen pasokan global logam tanah jarang.

Logam tanah jarang merupakan kunci untuk memproduksi "chip" komputer untuk ponsel pintar dan sistem AI, kemudian untuk membuat magnet yang menggerakkan "drone", robot, dan mobil serta krusial untuk teknologi pertahanan, termasuk jet tempur, rudal dan sistem radar.

Menanggapi pembatasan tersebut, Presiden AS Donald Trump pada 10 Oktober dengan berang mengumumkan tarif baru 100 persen atas impor dari China mulai 1 November 2025, serta kontrol ekspor pada seluruh perangkat lunak kritis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Menang 4-1 dari Newcastle, ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.