Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tekan Stunting, Kemendukbangga-Kedubes Australia Kerja Sama Lewat Program Bangga Kencana

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 09:35 WIB | Oleh:
Tekan Stunting, Kemendukbangga-Kedubes Australia Kerja Sama Lewat Program Bangga Kencana Doc: Kemendukbangga/BKKBN
Ket. Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji saat menerima kunjungan Dubes Australia, Rod Brazier, di kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu (15/10/2025).

JAKARTA - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Australia untuk menekan angka stunting lewat Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Mendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Australia Rod Brazier di kantor Kemendukbangga/BKKBN, Jakarta, Rabu (15/10), berharap kolaborasi dan kerja sama yang dibangun bisa mengarah pada konteks kemanusiaan, perempuan, dan keluarga.

"Termasuk menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik melalui peran siklus kehidupan, mulai dari calon pengantin, pasangan usia subur, ibu hamil, bayi, hingga lansia," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Menteri Wihaji menyampaikan salah satu fokus pada pertemuan tersebut, yakni kerja sama untuk mengatasi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dubes Rod Brazier menyampaikan bentuk kerja sama untuk mendukung program Kemendukbangga/BKKBN, yakni pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Ada beberapa kerja sama dengan Indonesia yang telah berjalan, dan yang mendukung program Kemendukbangga/BKKBN saat ini adalah program inklusi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat," ujar Rod.

Terkait stunting di Provinsi NTT, Senior Program Manager Governance and Human Development Kedubes Australia Anggina Hanum menyampaikan kerja sama dapat terjalin melalui program subnasional dengan melihat daerah kolaborasi terlebih dahulu.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting nasional di tahun 2024 sebesar 19,8 persen, sedangkan target pemerintah pada tahun 2025, yakni 18 persen. Upaya untuk mencapai target ini mencakup penguatan program gizi dan penanganan di wilayah dengan prevalensi tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Kemenperin Dukung Pelestarian Batik Asli Indonesia

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dukung Pelestari...
Rona
D'Masiv Rilis Single Berbah...

BPOM Tetap Awasi Program MBG

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BPOM Tetap Awasi Program MBG
Ekonomi
Menkeu Tegaskan Pemerintah ...
Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

Menkeu Tegaskan Pemerintah Tak Naikan Tarif Pajak

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.