Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cuaca Panas Ekstrem Landa Jateng, BMKG Beberkan Penyebab dan Waktu Puncaknya

📅 Kamis, 16 Okt 2025, 16:58 WIB | Oleh:
Cuaca Panas Ekstrem Landa Jateng, BMKG Beberkan Penyebab dan Waktu Puncaknya Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo.

CILACAP - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat tren peningkatan suhu udara di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Suhu maksimum mencapai 35 derajat Celsius di beberapa daerah, seiring pergeseran posisi semu matahari ke belahan bumi selatan yang membuat udara terasa lebih panas.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Kamis, mengatakan suhu maksimum di beberapa daerah mulai menunjukkan kenaikan signifikan meskipun masih dalam kategori normal.

"Di Semarang, suhu maksimum mencapai 35 derajat Celsius pada 14 Oktober 2025, sementara di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya berdasarkan pengukuran hingga hari ini, pukul 10.00 WIB, tercatat 32 derajat Celsius," katanya.

Bahkan, kata dia, berdasarkan pengukuran melalui Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS) menunjukkan suhu di Kroya, Kabupaten Cilacap, lebih tinggi dari Kota Cilacap, karena mencapai 34 derajat Celsius.

Demikian pula suhu udara di Kabupaten Banyumas pada 14 Oktober 2025 berdasarkan AAWS tercatat mencapai 34 derajat Celcius.

Ia mengatakan fenomena meningkatnya suhu udara terjadi, karena posisi semu matahari saat ini sudah bergeser ke atas Pulau Jawa atau belahan bumi selatan serta berkurangnya tutupan awan yang menyebabkan radiasi sinar matahari langsung ke permukaan bumi.

"Kondisi ini membuat udara terasa panas, terutama antara pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Masyarakat perlu tetap waspada terhadap paparan sinar matahari," katanya.

Ia mengatakan berdasarkan data klimatologi periode 1991–2020, suhu udara maksimum di Cilacap pada bulan Oktober pernah mencapai 34 derajat Celsius pada 2016, sedangkan suhu tertinggi tercatat 35,3 derajat Celsius pada Maret 2012.

BMKG memperkirakan suhu panas akan terus berlangsung hingga akhir Oktober dan mulai menurun pada awal November 2025, seiring meningkatnya curah hujan.

Terkait dengan hal itu, Teguh mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi sederhana, seperti mengenakan pakaian pelindung, menggunakan payung, memperbanyak minum air putih, serta membatasi aktivitas di luar ruangan saat siang hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

55 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.