Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tarif Baru AS atas Kayu dan Furnitur Resmi Berlaku

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 01:00 WIB | Oleh:
Tarif Baru AS atas Kayu dan Furnitur Resmi Berlaku Doc: istimewa
Ket. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

WASHINGTON - Tarif baru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap kayu, furnitur, dan lemari dapur impor mulai berlaku pada Selasa (14/10), sebuah langkah yang diperkirakan akan meningkatkan biaya pembangunan dan memberi tekanan tambahan bagi pembeli rumah di pasar yang sudah menghadapi tantangan berat.

Dikutip dari AFP, menurut Gedung Putih, tarif tersebut diberlakukan untuk memperkuat industri dalam negeri AS dan melindungi keamanan nasional. Kebijakan ini memperluas daftar tarif sektoral yang telah diterapkan Trump sejak kembali menjabat sebagai presiden.

Kebijakan terbaru itu mencakup tarif sebesar 10 persen untuk impor kayu lunak, sementara tarif untuk beberapa jenis furnitur berlapis kain dan lemari dapur dimulai dari 25 persen.

Mulai 1 Januari 2026, tarif untuk furnitur berlapis kain impor akan naik menjadi 30 persen, sedangkan lemari dapur dan meja rias akan melonjak hingga 50 persen.

Namun, tarif untuk produk kayu asal Inggris tidak akan melebihi 10 persen, dan produk dari Uni Eropa serta Jepang dikenakan batas maksimal 15 persen.

Ketiga mitra dagang tersebut telah mencapai kesepakatan dengan pemerintahan Trump untuk menghindari penerapan tarif yang lebih berat.

Meski demikian, Ketua National Association of Home Builders (NAHB), Buddy Hughes, memperingatkan bahwa tarif baru ini akan “menambah tekanan bagi pasar perumahan yang sudah kesulitan, dengan menaikkan biaya pembangunan dan renovasi.”

Penjualan rumah di AS dalam beberapa tahun terakhir memang suram, karena tingginya suku bunga hipotek dan terbatasnya pasokan yang mendorong harga semakin naik bagi pembeli.

Dalam pengumuman penerapan tarif terbaru itu, Trump menyatakan bahwa Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, menemukan bahwa “produk kayu digunakan dalam fungsi-fungsi penting Departemen Pertahanan, termasuk pembangunan infrastruktur untuk pengujian operasional.”

Trump menambahkan bahwa produksi kayu di AS masih tertinggal, membuat negara itu sangat bergantung pada impor.

Namun, Hughes dari NAHB menilai, “Penerapan tarif ini dengan dalih ‘keamanan nasional’ mengabaikan pentingnya sektor perumahan bagi keamanan fisik dan ekonomi seluruh warga Amerika.”

Ia pun mendesak pemerintah untuk mencari kesepakatan yang justru menurunkan tarif bahan bangunan, bukan menaikkannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.