Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Suhu Panas Mencekam di NTB! BMKG Ungkap Fenomena “Hari Tanpa Bayang”

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 17:16 WIB | Oleh:
Suhu Panas Mencekam di NTB! BMKG Ungkap Fenomena “Hari Tanpa Bayang” Doc: ANTARA/IKA MARYANI
Ket. Warga melintasi pelican crossing di Jakarta, Kamis (9/10).

MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang mengalami fenomena kulminasi matahari atau Hari Tanpa Bayang, yang membuat suhu udara terasa lebih panas dari biasanya. Fenomena ini terjadi ketika matahari berada tepat di atas kepala pengamat dan menjadi bagian dari peralihan musim kemarau menuju musim hujan.

"Saat kulminasi pengaruhnya terhadap cuaca yang dapat langsung kita rasakan adalah peningkatan suhu udara dan penurunan kelembaban udara," kata Ketua Tim Data dan Analisis Stasiun Klimatologi BMKG NTB Bastian Andriano di Mataram, Rabu.

Bastian mengungkapkan Nusa Tenggara Barat saat ini sedang mengalami periode pancaroba yang membuat keadaan cuaca berubah dengan cepat.

Pada pagi hingga siang hari cuaca cerah dan panas, kemudian saat siang sampai sore hari dapat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir.

BMKG menyebut kulminasi utama yang sering disebut Hari Tanpa Bayang terjadi di Nusa Tenggara Barat pada pukul 12.01 WITA.

Sejumlah wilayah mengalami fenomena tersebut, seperti Gerung, Mataram, Tanjung, dan Praya pada pukul 12:01 WITA, Selong dan Taliwang (Sumbawa) pada pukul 11:59 WITA, Sumbawa Besar pada pukul 11:56 WITA, Dompu, Woha, dan Bima pada pukul 11:51 WITA.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Anes menyampaikan, efek peralihan musim yang membuat suhu udara cenderung terasa lebih hangat saat fenomena kulminasi matahari berlangsung di Nusa Tenggara Barat.

"Kalau untuk peningkatan suhu, tidak terlalu signifikan. Jikalau terasa lebih panas itu karena efek dari peralihan musim kemarau ke musim hujan," ujarnya.

Pada 15 Oktober 2025, Nusa Tenggara Barat cenderung hangat lantaran kondisi cuaca cerah berawan dan hujan ringan yang membuat suhu berkisar antara 24 sampai 29 derajat Celcius.

Kulminasi merupakan fenomena di mana matahari berada tepat di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Hal itu menyebabkan bayangan hampir menghilang karena bertumpuk dengan benda itu sendiri.

Di Indonesia, fenomena Hari Tanpa Bayang terjadi dua kali dalam setahun mengingat Indonesia merupakan wilayah yang dilalui oleh garis khatulistiwa atau ekuator.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

31 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

41 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

50 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.