Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mencegah Kehamilan Sebelum 19 Tahun dengan Edukasi Bahaya Seks Bebas

📅 Rabu, 15 Okt 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Mencegah Kehamilan Sebelum 19 Tahun dengan Edukasi Bahaya Seks Bebas Doc: Antara
Ket. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang, Jawa Tengah, Lilik Faridah (dua dari kanan) dalam pengenalan dan pelatihan kepada jurnalis serta kreator konten terkait alat kontrasepsi di Kota Semarang, Rabu (15/10/2025).

Jakarta - Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Semarang, Jawa Tengah, Lilik Faridah mengatakan edukasi bahaya seks bebas terus digencarkan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan di usia kurang dari 19 tahun.

"Kalau secara data, kami sih mencoba menurunkan kehamilan yang tidak diinginkan di usia kurang dari 19 tahun," katanya saat ditemui di Semarang, Rabu.

Lilik mengemukakan, pihaknya secara masif datang ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi para remaja tentang kesehatan reproduksi melalui pendewasaan usia perkawinan.

"Wadah yang kami pilih pertama untuk lebih memasifkan bahaya seks bebas, pendewasaan usia pernikahan, dan bahaya narkoba itu kita masuk lewat sekolah-sekolah. Ada Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), ada Generasi berencana (Genre) go to school, Pelayanan dan Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang (Piter Pan), macam-macam inovasi yang ada di sini," ujar dia.

Lilik menegaskan, pihaknya terus memberikan edukasi sekaligus memberikan contoh terkait kesehatan reproduksi dengan menunjukkan kasus-kasus nyata bahaya hubungan seksual di luar pernikahan.

"Contoh bahayanya misalkan kasus HIV/AIDS di Kota Semarang didominasi oleh remaja berapa persen, kasusnya kita tunjukkan fotonya, kemudian dampak-dampak penyakit-penyakit yang kita berikan langsung kepada anak-anak supaya mereka itu langsung melihat, oh ternyata ini lho, efeknya, jadi tidak hanya teori saja, tetapi betul-betul kasusnya kita juga tampilkan," tuturnya.

Berdasarkan laporan dari United Nations Population Fund (UNFPA) Indonesia pada tahun 2023, remaja berusia 15–24 tahun yang belum menikah kini menunjukkan peningkatan aktivitas seksual. Pada tahun 2012, hanya 0,9 persen remaja perempuan dan 7 persen remaja laki-laki yang dilaporkan aktif secara seksual. Namun, pada 2015, angka tersebut naik menjadi 2,3 persen perempuan dan 7,3 persen laki-laki.

Sejumlah penelitian terkini bahkan mengindikasikan bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi dari yang tercatat.

Sayangnya, hanya 14,1 persen remaja yang aktif secara seksual menggunakan alat kontrasepsi. Pengetahuan mengenai layanan kesehatan reproduksi juga masih terbatas, hanya 22 persen remaja usia 15–19 tahun yang tahu di mana bisa mengakses layanan tersebut, dan kurang dari 5 persen yang benar-benar pernah memanfaatkannya.

Keterbatasan akses informasi dan layanan kesehatan reproduksi ini meningkatkan risiko kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, serta berbagai dampak sosial dan ekonomi lainnya.

Ketidaktahuan ini diperparah oleh budaya tabu yang membuat diskusi tentang seksualitas dan tubuh dianggap memalukan. Akibatnya, remaja sering kali mencari jawaban dari sumber tidak terpercaya baik dari teman sebaya, media sosial, bahkan mitos yang beredar turun-temurun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

18 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.