Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belajar dari Tanjung Verde, Kesadaran Pentingnya Membangun Pondasi Sepak bola dari Akar Rumput

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 20:48 WIB | Oleh:

Kamerun berada di posisi kedua Grup D dengan 19 poin (lima menang, empat seri, satu kalah) dan harus melalui putaran kedua kualifikasi demi satu tempat di Piala Dunia 2026. Grup D, selain Tanjung Verde dan Kamerun, juga dihuni oleh Libya, Angola, Mauritius, dan Eswatini.

Dari catatan The Athletic, satu-satunya pemain timnas Tanjung Verde yang berkarier di salah satu dari lima liga top Eropa adalah Logan Costa yang merumput untuk Villareal di Liga Spanyol. Namun, Logan Costa dalam kondisi cedera sehingga tidak dapat bermain untuk timnas sejak akhir Mei 2025.

Pemain Tanjung Verde lainnya datang dari beragam liga berbeda yaitu di Portugal, Turki, Siprus, Israel, Hungaria, Bulgaria, Rusia, Finlandia, Republik Irlandia, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

The Guardian menyebut, dari 25 nama yang dipanggil untuk memperkuat tim nasional Tanjung Verde pada dua laga terakhir Grup D Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Afrika, 11 di antaranya merupakan penduduk asli dan tinggal di Tanjung Verde sementara sisanya diaspora.

Pencarian pemain diaspora dengan dua kewarganegaraan itu diungkap The Guardian terjadi sejak tahun 2002.

Berkat tangan dingin sang pelatih Pedro "Bubista" Leitao Brito, seluruh pemain timnas Tanjung Verde dapat padu. Pedro, mantan kapten tim nasional Tanjung Verde, selalu menekankan nilai-nilai budaya dan identitas negaranya ke semua pemain.

"Persatuan di antara pemain yang memiliki pola pikir dan jalan hidup berbeda hanya dapat dicapai dengan menghormati keunikan masing-masing," kata Pedro, seperti disiarkan  The Guardian.

Bubista ditunjuk menjadi pelatih Tanjung Verde sejak awal 2020. Sebelum menjadi juru taktik, pria yang lahir di dan berkewarganegaraan Tanjung Verde itu memperkuat tim nasional negaranya selama 14 tahun.

Dia merajut perjalanannya sebagai pesepak bola di Angola dan Spanyol. Pelatih berusia 55 tahun itu mengawali pengalaman manajerialnya saat menjadi asisten pelatih timnas Tanjung Verde pada tahun 2007.

Para pemain Tanjung Verde sepakat bahwa Bubista merupakan pelatih yang bagus. Bek tengah Tanjung Verde Roberto "Pico" Carlos Lopes menyebut Bubista sebagai sosok pemersatu.

"Dia manajer dan pribadi yang hebat, sangat dihormati di Tanjung Verde karena kemampuannya. Dia berhasil menyatukan semua pemain yang memang ingin berjuang untuk Tanjung Verde. Dia tidak pernah memedulikan di mana anda bermain atau anda bermain dengan siapa. Yang penting adalah sikap dan bagaimana anda membaur dengan tim. Karena itulah saya memberikan segalanya untuk tim nasional," kata Pico, pemain yang lahir dan dibesarkan di Irlandia, kini memperkuat klub Shamrock Rovers di Liga Irlandia, kepada Skysports.

Langkah Tanjung Verde ke Piala Dunia 2026 tentu meninggalkan jejak yang dapat diikuti oleh banyak negara lain, termasuk Indonesia.

Perhatian total kepada pemain muda di akar rumput, kesadaran akan pentingnya infrastruktur memadai dan perekrutan pemain diaspora yang berkualitas serta memiliki daya juang untuk negara mungkin bisa menjadi beberapa hal yang patut diteladani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Rona
Mino WINNER Kembali Jalani ...
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.