Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Jejak Kaki Harimau di Area Kerja Pertamina Hulu Rokan, BKSDA Riau Pasang Kamera di Lokasi

📅 Selasa, 14 Okt 2025, 10:44 WIB | Oleh:
Ada Jejak Kaki Harimau di Area Kerja Pertamina Hulu Rokan, BKSDA Riau Pasang Kamera di Lokasi Doc: BB KSDA Riau
Ket. Tim BB KSDA Riau bersama pekerja PT PHR di Minas saat di lokasi ditemukannya jejak Harimau.

PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera jebak terkait laporan temuan jejak Harimau di area kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Kepala BBKSDA Riau Supartono menjelaskan pihaknya memasang kamera jebak di beberapa titik strategis pada Minggu (12/10). Kamera tersebut akan merekam aktivitas satwa selama beberapa hari ke depan.

“Sampai saat ini tim kami masih melakukan pemantauan di lapangan sambil menunggu hasil rekaman kamera,” kata Supartono dalam keterangan tertulisnya di Pekanbaru, Selasa (14/10).

Dia mengatakan pihaknya menerima laporan resmi dari PHR pada 7 Oktober 2025. Menurut laporan yang diterima, pekerja PT PHR di lapangan menemukan jejak besar menyerupai tapak harimau di sekitar area kerja perusahaan migas tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, pihaknya mengirim tim Seksi Konservasi Wilayah IV bersama mitra PHR untuk melakukan verifikasi dan identifikasi langsung di lapangan. Hasilnya menemukan jejak dengan bentuk dan ukuran yang memiliki kemiripan dengan tapak Harimau Sumatera.

"Meskipun belum bisa dipastikan secara ilmiah, hasil observasi awal mengindikasikan adanya kemungkinan satwa besar dilindungi melintas di kawasan tersebut," ujarnya.

Selain pengamatan di lokasi, tim dari BBKSDA Riau juga memberikan imbauan keselamatan dan mitigasi konflik satwa liar kepada pihak perusahaan. Dengan meminta pekerja tidak beraktivitas sendirian, menghindari kegiatan malam hari, dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan harimau.

“Keselamatan manusia adalah prioritas, tetapi kami juga harus memastikan satwa dilindungi, seperti Harimau Sumatera, tidak terganggu habitatnya,” jelas Supartono.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.