Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perkuat Standar Keselamatan Selam, Kemenpar Gelar "Diving Safety 1000 Initiatives" di Malut 

📅 Senin, 13 Okt 2025, 17:00 WIB | Oleh:
Perkuat Standar Keselamatan Selam, Kemenpar Gelar "Diving Safety 1000 Initiatives" di Malut  Doc: Dok. Istimewa
Ket. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto saat sambutan pada acara "Diving Safety 1000 Initiatives", di Ternate

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Divers Alert Network (DAN) kembali menggelar rangkaian kegiatan "Diving Safety 1000 Initiatives", sebuah program penguatan kapasitas bagi pelaku usaha wisata bahari yang berfokus pada peningkatan keselamatan dan keamanan aktivitas wisata selam. 

Kegiatan kali ini berlangsung di Ternate, Maluku Utara, pada 7-8 Oktober 2025 dengan melibatkan 55 peserta yang berasal dari sembilan operator selam (dive center) yang tersebar di Ternate, Tidore, dan Morotai. 

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar Hariyanto dalam sambutannya di acara pembukaan pelatihan, mengatakan kegiatan ini bertujuan memperkuat standar profesionalisme pelaku wisata bahari Indonesia. 

"Kementerian Pariwisata menegaskan bahwa keselamatan wisatawan adalah prioritas utama. Dengan penyelenggaraan program ini, Indonesia diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata selam kelas dunia yang tidak hanya indah, tetapi juga aman dan terpercaya," ujar Hariyanto dalam keterangan tertulisnya, akhir pekan lalu. 

Maluku Utara, khususnya Morotai sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) seperti yang tertuang dalam kerangka RPJPN 2025-2045, difokuskan sebagai destinasi pariwisata dunia berbasis bahari. Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting untuk mendorong peningkatan keselamatan dan keamanan wisata selam yang tergolong dalam usaha pariwisata berisiko menengah tinggi. 

Kegiatan ini juga sejalan dengan program prioritas “Pariwisata Naik Kelas (Upscaled Tourism)” Kementerian Pariwisata. Program ini mencakup tiga aktivitas utama salah satunya adalah penguatan wisata bahari sebagai daya tarik unggulan Indonesia di kancah global. 

"Peningkatan keselamatan dan keamanan ini merupakan prasyarat agar destinasi bahari tidak hanya dikenal indah, tetapi juga aman bagi wisatawan baik nusantara maupun mancanegara," katanya menjelaskan.  

Edukasi menghadirkan instruktur profesional bersertifikasi internasional untuk memastikan standar keselamatan dan kualitas pelatihan yang tinggi. Materi edukasi disusun melalui kerja sama dengan Dive Agency National Association of Underwater Instructors (NAUI), dan mencakup tiga modul utama, yaitu Basic Life Support, CPR, serta Emergency Oxygen Provider. 

Pelatihan juga menghadirkan Staf Ahli Menteri Pariwisata Bidang Manajemen Krisis Kemenpar Fadjar Hutomo yang membagikan perspektif mitigasi sektor pariwisata bahari berbasis risiko.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Pariwisata bersama DAN juga menyerahkan 60 first-aid kits kepada peserta pelatihan serta delapan oxygen regulator kepada dive center setempat. Peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan penanganan darurat di lapangan.

"Melalui upaya bersama ini, kita berkomitmen mewujudkan zero-accident dalam aktivitas menyelam dan menjaga kelestarian ekosistem laut yang merupakan sumber daya utama wisata selam Indonesia," ujar Hariyanto. 

"Diving Safety 1000 Initiatives" pertama kali diluncurkan pada Oktober 2023 dan telah menjangkau 890 peserta dari total target 1.000 penerima manfaat yang berasal dari berbagai destinasi selam unggulan. Antara lain Labuan Bajo, Bali, Manado, Maratua, Kepulauan Seribu, Gili Matra, Raja Ampat, dan Morotai (Maluku Utara).   

"Kami sampaikan apresiasi kepada DAN yang telah secara konsisten berkolaborasi dengan Kemenpar untuk menggelar rangkaian kegiatan edukasi dalam meningkatkan aspek keselamatan wisata selam di seluruh destinasi selam di Indonesia," katanya.  

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang dalam kesempatan ini diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Maluku Utara, Kadri La Etje, mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan yang menjadi gerakan penting untuk menumbuhkan kesadaran pengetahuan dan tanggung jawab terhadap keselamatan dan kelestarian laut. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Kementerian UMKM Ungkap Banyak UMKM Belum Berizin

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kementerian UMKM Ungkap Ban...
  • Rambut Tipis dan Mudah Lepek? Kini Ada Solusi dengan Formula Ultra Ringan
    Preview komentar:
    Keluhan BRI QLola
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PM Pakistan Sebut Kesepakatan AS-Iran Berlaku “Segera” Setelah Kedua Pihak Menandatanganinya
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Bagaimana cara menghubungi BRI QLola?
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Parkir liar gimana nihhh dijalan kebon jati,, itu ...
Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

Jakarta Fair 2026 Banjir Diskon Helm hingga 50 Persen, Ini Daftar Merek dan Promonya

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.